Logo Senin, 26 Oktober 2020
images

Sarah Fifi, foto saat di Vivid Sydney - A Festival Of Light, Music and Ideas

JAKARTA, MAJALAHREFORMASI.com- Memperingati Hari Anak Nasional (HAN) 2020 yang jatuh setiap 23 Juli, dosen Psikologi dan Ketua Sinode Gereja Kristen Getsemani (GKG) , Pdt. DR. Sara Fifi Effendy mengingatkan bahwa anak adalah adalah titipan dan merupakan bentuk kepercayaan yang diberikan oleh Tuhan kepada setiap orang tua.

"Fungsi orang tua sangat penting, disamping memberikan kasih sayang yang bersifat memberi kehangatan, saya mengajarkan mereka untuk senantiasa takut akan Tuhan. Kepercayaan yang diberikan Tuhan ini adalah sebenarnya adalah merupakan prestasi tersendiri bagi saya," ujarnya saat diwawancarai.

"Sampai hari ini apa yang saya tabur selama ini tidak sia-sia dimana putri saya yang pertama Angel di rumahnya selalu mengawali harinya dengan keluarga kecilnya bersama Tuhan," lanjutnya.

Sarah demikian panggilan akrabnya, mengarisbawahi juga pentingnya anak senantiasa bersama orang tuanya terutama sampai usia 6 tahun karena itu adalah masa pembentukan karakter pada umur demikian anak lebih banyak melihat bukan mendengar.

"Oleh sebab itu jangan heran kalau anak sering dititipkan kepada baby sister maka gaya bicaranya sampai tertawanya seperti baby sister, bukan meniru ibunya karena ada visual yang terekam dalam diri anak," tutur dosen ini sambil tersenyum.

Bagaimana tanggapan Sarah Fifi terkait meningkatnya kekerasan pada anak di tengah pandemi Covid-19? "Saya sangat prihatin terkait hal itu, pandemi ini berdampak luas, diantaranya terjadinya PHK yang berujung pada prilaku stress dan pelampiasannya pada anak," ucap Ketua Pembina Yayasan Anugrah Bina Bangsa (ABB) sebuah yayasan yang mempunyai gedung sekolah dan asrama untuk siswa-siswa SMK bernama HASAEL berlokasi di Kupang.

Lebih lanjut Sarah juga mengutarakan bahwa pandemi ini berdampak pada dua hal yaitu: positif dan negatif.

Dampak positifnya, situasi pandemi ini bisa menjadi kesempatan untuk mengikatkan kembali hubungan para antar keluarga. Mendapat untuk kebutuhan dasar pada anak yaitu asuh, asih dan asah dimana ketiga hal ini penting bagi proses tumbuh kembang tiap anak. Dan membentuk terwujudnya karekter Kristus terjadi lewat pasangan hidup, anak dan cucu. Sebab, kekristenan identik dengan sebuah karakter.

"Saya beberapa hari yang lalu bersama anak dan cucu berlibur di salah satu cottage di Ancol kami berkumpul disana, lari pagi bareng. Memang situasi saat ini menuntut keprihatinan tetapi demi kebersamaan ini berapapun harganya kita akan upayakan, apalagi bisa bersama anak cucu adalah kebahagiaan tersendiri bagi saya," imbuhnya.

Dampak negatifnya sendiri akibat karantina mandiri selama pandemi seringnya terjadi perdebatan. Dan, semakin sering anggota keluarga bertemu, maka perdebatan makin sering terjadi. Hal ini umumnya terjadi karena adanya perbedaan pendapat. Akibatnya terjadinya pertengkaran dan lagi-lagi anak melihat.

Belum lagi masa Pandemi ini membuat banyaknya perusahaan yang merugi akhirnya melakukan PHK, membuat orang tua stress dan memicu kekerasan pada anak terjadi.

Jika saja para orang tua bisa mengunankan kesempatan ini datang kepada Tuhan maka hal ini tidak akan terjadi.

"Disaat kita bersimpuh di kaki Tuhan maka Dia akan memberi kekuatan sekaligus jalan keluar, sehingga tidak perlu larut dalam kesedihan, kebingungan yang bisa membuat stress," kata Sarah.

Menurutnya, keputusan ada pada orang tua apakah lewat pandemi ini mau melampiaskan kemarahan dan stress kepada anak atau menggunakan kesempatan dengan berdoa dan mendekatkan diri kepada Tuhan agar karakter Kristus ada pada kita dan membaginya kepada anak.

Saat ditanya harapan dan pesannya di hari anak nasional ini, ia menegaskan bahwa anak adalah titipan dari Tuhan. Orang tua tidak bisa memaksa apa yang menjadi keinginannya sendiri tetapi membawa anak kepada Tuhan Yesus agar semua rencana dan kehendakNya tergenapi dalam diri mereka.

"Serta perlengkapi anak dengan pengetahuan dan kenali kepribadian setiap anak, karena dalam mendidik berbeda metodenya tiap-tiap anak. Selamat Hari Anak Nasional," pungkasnya. (DAVID)