Logo Rabu, 1 Desember 2021
images

Gembala GBI Sinona, Ps Edy Wagino

KERAWANG, MAJALAHREFORMASI.com- Gereja Bethel Indonesia (GBI) Sinona mengelar Ibadah Perayaan Natal bertatap muka, Minggu (27/12) dengan melakukan protokol kesehatan yang sangat ketat diantaranya memakai masker, membatasi jemaat yang hadir dan mengukur suhu tubuh.

Ibadah Natal ini di pimpin langsung oleh Gembala GBI Sinona Ps Edy Wagino, dalam khotbahnya ia mengingatkan jemaat Tuhan agar memandang natal dari sudut pandang yang benar.

Ada tiga (3) point yang menurut Ps Edy sangat penting diketahui oleh jemaat saat ini, yakni: Pertama, Kelahiran Tuhan Yesus kedunia adalah untuk memberikan sukacita bagi semua umatNya.

"Sebenarnya hal ini harus dimengerti juga di-imani oleh semua orang semenjak mereka menerima Yesus dalam hidupnya," ujar Ps Edy Wagino.

Jangan terjebak, ujar dia, dengan situasi saat ini karena hati yang gembira adalah obat yang sangat mujarab bagi tubuh manusia.

Ps Edy Wagino menuturkan bahkan  otoritas kuasa ilahi Tuhan Yesus mengalahkan segalanya karena Roh yang ada didalam umat Tuhan lebih besar dari pada roh yang ada di dalam dunia ini termasuk lebih besar dan hebat dari virus Covid-19.

Kedua waktu orang Majus datang kepada Yesus mereka datang membawa persembahan kemenyan, mas dan mur, tidak dengan tangan hampa.

Menurut Ps Edy Wagino, orang Majus saat itu berani berkorban buat Yesus, mereka korbankan keluarga, materi dan waktu. Perlu diketahui, lanjut Ps Wagino, jarak tempuh bertemu dengan Yesus pulang pergi totalnya adalah empat tahun.

Itu belum lagi medannya yang begitu sulit saat itu lebih banyak berjalan malam karena tuntunan mereka satu-satunya adalah bintang.

"Bisa anda bayangkan suasana gurun pasir dua ribu tahun yang lalu pasti banyak binatang buas, belum lagi bahaya dari para penyamun," ungkapnya.

Berkaca dari peristiwa ini menurut pandangannya, umat Tuhan harus berani berkorban agar hidupnya penuh dengan kemenangan dan diberkati.

Terakhir adalah totalitas taat kepada Tuhan, sama seperti orang Majus saat disuruh mengikuti bintang mereka mau dan taat melakukannya.

"Kita harus taat kepada perintah Tuhan dalam segala hal walaupun terkadang itu tidak membuat kita tidak bahagia, tidak merasa diberkati dan tidak nyaman," tegas Ps Edy Wagino.

"Saya percaya ketiga makna natal ini memberikan secercah pengharapan kepada kita di tengah pandemi yang saat ini terjadi di negri ini," sambungnya.

Lebih lanjut, Ps Edy Wagino menyampaikan dengan tegas kembali, agar pada tahun 2021 umat Tuhan mengubah pemahaman yang keliru tentang Natal yang selama ini hanya sebatas tradisi yang turun temurun, seremonial belaka.

Tetapi kelahiran Yesus bukan saja mematahkan mata rantai kesehatan covid-19 namun memutuskan pemahaman yang keliru tentang nilai-nilai makna natal rohani.

"Mulai hari ini Tuhan Yesus lahir sebagai pribadi yang dewasa yang akan mereformasi pemahaman kekristenan kita yang keliru," ucap Ps Edy Wagino.

Sesuai dengan perintah Tuhan dalam Matius 11:5, bahwa orang buta melihat, orang lumpuh berjalan, orang kusta menjadi tahir, orang tuli mendengar, orang mati dibangkitkan dan kepada orang miskin diberitakan kabar baik.

"Ayat ini adalah penegasan dari Tuhan bahwa kedatanganya ke dunia adalah agar umat Tuhan berkemenangan dalam segala hal termasuk menang melawan virus Covid-19, jangan takut. Selamat Natal dan Tahun baru 2021," pungkasnya. (DAVID)