Logo Senin, 26 Oktober 2020
images

Elisabet Kurniawati Tjianti

"Semua orang harus memandang diri kita berbeda karena memiliki Kasih Kristus"

BANDUNG, MAJALAHREFORMASI.com- Elisabet Kurniawati Tjianti memaknai hari kemerdekaan adalah Kelepasan, kebebasan dan tidak terikat oleh satu kekuasaan atau kekuatan tertentu secara paksa.

Pengusaha cantik pemilik PT. Yabesindo Karya Tritunggal yang bergerak di Konsultan Tambang dan  Home Industri di Produk Bumbu Serba Guna Warisan Ny. Rame ini menuturkan bahwa kebebasan itu sendiri belum dirasakan oleh semua pihak terutama kaum perempuan.

"Biasanya kebebasan Kaum Perempuan masih banyak sekali kendala apalagi bila di hadapkan dengan adat istiadat. Salah satu contoh yang sering terlihat Kepemimpinan Perempuan seringkali diragukan padahal banyak perempuan yang memiliki kemampuan bekerja yang Luar biasa," ujar pengurus DPW partai NasDem ini kepada majalahreformasi.com.

Menurut wanita kelahiran 29 Januari 1972 ini, di beberapa daerah tertentu perempuan masih terikat pada adat istiadat yang harus tunduk pada kaum pria sehingga selain perempuan di wajibkan untuk mengurus rumah tangga juga di haruskan untuk bekerja.

Elisabet  demikian teman-temannya memanggilnya mengatakan, pekerjaan rumah terbesar pemerintah saat ini adalah pemberdayaan manusia secara merata dan siap menerima perubahan kemajuan.

Ia juga mengingatkan pemerintah agar tidak sekedar mendorong akselerasi pembangunan dengan tujuan untuk percepatan Kemajuan Indonesia semata. Tetapi membekali ilmu dan Atitude yang baik agar sumber daya manusia termasuk putra dan putri daerah tidak menjadi penghambat pembangunan itu sendiri.

Pengurus Forum Komunitas Tionghoa Merah Putih Jabar (FOKTI MERAH PUTIH) ini juga berharap Indonesia bisa segera terbebas dari Pandemi Covid-19 sehingga semua kegiatan bisa berjalan kembali dengan lancar dan Perekonomian Indonesia bisa Bangkit kembali.

"Jika Pandemi ini berakhir maka dipastikan semua kegiatan bisa pulih kembali terutama sektor perekonomian Indonesia," imbuhnya.

Elisabet menambahkan, melalui peristiwa ini masyarakat Indonesia harus semakin dewasa dan bersatu untuk melawan Pandemi. Sehingga dunia luar bisa melihat bahwa Indonesia memiliki sumber daya manusia yang berkarakter dan bertanggung jawab.

Lebih lanjut, Sarjana Teknologi Pangan yang dikenal kerap membantu beberapa pengusaha kecil di Bidang makanan ini mendorong perempuan Indonesia untuk bangkit dan mulai bergerak menjadi agen-agen perubahan. Untuk mewujudkan kesejahteraan sosial bagi seluruh masyarakat Indonesia.

Kepada majalahreformasi.com ia juga mengatakan bahwa injil Matius 5:16 adalah merupakan ayat favoritnya dan selalu menginspirasinya, yang isinya tertulis: Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga.

"Semua orang harus memandang diri kita berbeda karena memiliki Kasih Kristus. Untuk itu dibutuhkan kerja keras dan berbuat sesuatu keluar untuk Lingkungan," katanya.

"Bagaimana orang bisa merasakan perbedaan dalam diri kita kalau kita tidak melakukan sesuatu keluar untuk lingkungan kita," lanjutnya.

Sebagai wanita Indonesia sosok Elisabet  yang dikenal ramah ini juga aktif dan mempunyai segudang aktivitas, diantaranya:

-Pengusaha Konsultan Tambang dan Bumbu Serba Guna Warisan Ny. Rame

-Pengurus Harian DPW Partai NasDem sebagai Wakil Ketua, bidang Digital dan Cyber.

-Konsultan LKSA Yayasan Sinar Fajar Indonesia di Jayagiri 1 no. 2 Jayagiri Lembang.

- Humas dari Forum Perempuan Bandung Bersatu (F.PBB) yang awalnya merupakan kumpulan kaum perempuan berbagai denominasi Gereja yang mempunyai kerinduan untuk bisa berdampak dengan Lingkungan sekitar terutama untuk kota Bandung.  Saat ini FPBB bersinergi dengan My Home  bergerak untuk pembinaan desa wisata.

- Pengurus Woment Movment, suatu Kumpulan Sukarelawan perempuan Indonesia dari berbagai macam profesi dan Latar belakang yang cinta Indonesia dan ingin melihat perubahan terjadi dalam diri perempuan Indonesia.  Wujudnya adalah  dengan mengamalkan Ilmu serta memberikan edukasi kepada daerah yang memerlukan sesuai dengan keperluan setempat.

-Pengurus PERTIWI Indonesia (Perempuan Bantu Perempuan dan Perempuan Jaga Perempuan) dan sebagai Pengurus Pertiwi Jabar sebagai Wakil Ketua Bidang Ekonomi Mandiri.

-Wakil Sekjend di Forum Komunitas Tionghoa Merah Putih Jabar (Fokti Merah Putih)

- Gerakan Berbagi kasih dengan Nasi bungkus dengan nama Warisan Ny. Rame. Gerakan berbagi kasih dilakukannya rutin seminggu 3 kali yakni setiap hari Senin, Rabu dan Jumat.
Ny. Rame sendiri adalah julukan panggilan Almarhum Mami-nya. 

Dimana mendiang ibunya selalu mengajarkan kepadanya untuk hidup dengan Kasih karena "Warisan Kasih akan selalu dikenang".

Aksi sosial ini dilakukan mulai bulan Oktober 2019 hingga sekarang agar orang-orang yang tidak mampu dapat merasakan makanan yang enak dan bergizi.

-Membantu beberapa pengusaha kecil di Bidang makanan untuk meningkatkan Kualitas Produk mereka. (DAVID)