Logo Minggu, 25 Oktober 2020
images

Foto N-GPKB Menteng VII Medan

MEDAN, majalahreformasi.com - Sebagai anggota Gereja di usia muda, Pemuda/i Gereja harusnya ikut berperan aktif melayani Tuhan. Walaupun mereka masih muda, mereka dapat dilatih oleh gereja untuk mulai memegang tanggung jawab, misalnya:

A. Melayani dalam Pelayanan ibadah Gereja
Pemuda yang dilatih dapat dilibatkan dalam pelayanan ibadah gereja, mereka dilibatkan sebagai pemain musik, petugas kolekte, operator LCD, singer/Pemimpin Nyanyian Jemaat.
Selain itu, Pemuda/i juga dapat dilibatkan sebagai guru atau pengajar anak anak di ibadah sekolah minggu. Juga mengikuti persekutuan yang dilakukan di rumah-rumah jemaat.

Hal ini juga yang dilakukan di Gereja GPKB Menteng VII Medan.Pemuda dilibatkan dalam pelayanan, dalam doa syafaat, kolektan, singer, musik Gereja, bahkan dalam rapat jemaat diundang untuk memberikan ide dan masukan yang bermanfaat bagi Gereja serta turut serta dalam pengambilan keputusan bagi yg sudah angkat sidi. Tapi sayang meski sudah di beri kesempatan pemuda jarang memanfaatkanya.

B. Menjadi Agen Penggerak Tubuh Kristus yang Bertumbuh
Pemuda yang telah dibina dengan baik akan menghasilkan pemuda dengan iman yang dewasa. Pemuda yang dewasa secara rohani bukan saja bisa bertumbuh dan dilibatkan dalam tugas pelayanan gereja, tetapi juga dapat menjadi agen penggerak bagi pertumbuhan iman tubuh Kristus secara keseluruhan.

Mereka bisa diberi tempat untuk ikut memberi masukan bagi perkembangan Gereja, misalnya ikut diundang dalam rapat-rapat Gereja. Ide-ide yang baik dari pemuda dapat menjadi bagian dari kemajuan Gereja.

Perlu diperhatikan bahwa semakin muda usia pembinaan, semakin cepat pula persiapan gereja untuk menghasilkan anggota-anggota jemaat yang didewasakan di dalam Kristus. Gereja harus memberikan waktu, dana, dan perhatian bagi pembinaan iman kaum pemuda. Jika gereja tidak memberi tempat bagi pemuda untuk bertumbuh dan ikut berperan, tidak heran jika jumlah kaum pemuda dalam gereja akan makin menurun.

C. Menjadi Penerus Masa Depan Gereja
Masa remaja dikatakan sebagai masa-masa emas dan akan diisi dengan berbagai kegiatan untuk menyongsong masa depan. Jika gereja tidak memenangkan mereka pada masa-masa emas ini, gereja akan kehilangan kesempatan untuk membina remaja menjadi pemimpin gereja masa depan.

Walaupun tidak semua remaja/pemuda akan menjadi pemimpin, jika mereka dibina dengan baik, mereka dapat menjadi pemuda-pemuda berpotensi yang dapat memberi pengaruh kepada gereja, terutama menjadi teladan bagi pemuda-pemuda lain dan yang lebih muda.

Mereka akan menjadi anggota gereja yang baik dan berperan di masyarakat sebagai saksi-saksi Kristus. Jika regenerasi kepemimpinan gereja berjalan dengan baik, pada masa-masa ini, kualitas kepemimpinan pemuda sudah dapat dilihat melalui keterlibatan mereka memimpin komisi remaja dan pemuda gereja.

Gereja bisa menempa mereka dengan memberi kepercayaan mengelola pelayanan sekolah minggu dan kegiatan gereja lainnya yang melibatkan pemuda. Melalui pembinaan iman remaja yang baik, gereja telah menyiapkan masa depannya yang cerah.seperti yg tertulis di amsal 22: 6."Didiklah orang muda menurut jalan yg patut baginya maka pada masa tuanya pun ia tak akan menyimpang dari pada jalan itu".

Dalam konteks berbangsa, peran dan tanggung jawab pemuda Kristen sangat besar. Pemuda Kristen harus berani menempatkan dirinya di garda terdepan dalam mewujudkan kedamaian, kesejahteraan, keadilan, kebenaran,dan demokrasi di Indonesia yang berdasarkan kasih. Hal ini akan menunjukkan bagaimana pemuda Kristen merelevansikan imannya di tengah-tengah kehidupan dunia.

Oleh karena itu, konsep persekutuan dan nasionalisme merupakan dua hal yang saling berkaitan, dan dua hal tersebut sepatutnya dimiliki oleh pribadi-pribadi pemuda Kristen Untuk mengimplementasikan iman Kristen di tengah-tengah kehidupan bangsa Indonesia, pemuda Kristen dituntut untuk meningkatkan ketekunan dalam kejujuran, mengasah setiap potensi yang dimiliki, dan menyalurkan kreativitas yang mengarah ke pembangunan bangsa Indonesia.

Dalam mengimplementasikan iman Kristen di tengah-tengah kehidupan bangsa, pemuda Kristen juga dituntut untuk mempunyai idealisme yang tinggi, semangat juang yang kukuh, dan tidak larut dalam alam berpikir yang pragmatis sehingga menjadi acuh tak acuh, masa bodoh, sinis, dan akhirnya frustrasi.

Oleh karena itu, seyogianya, setiap pemuda Kristen semakin menggalakkan usaha-usaha di bidang studi masing-masing dan juga memperjelas arti serta peranan pemuda dalam kehidupan sosial politik di bangsa ini.

Melihat kenyataan zaman sekarang bahwa generasi muda di Gereja sedikiit kehilangan identitas nya. Generasi muda berada pada sikap acuh tak acuh dan bersikap apatis terhadap gereja dan ibadah itu sebagai rutinitas belaka., miskin cita2 miskin harapan, dan beranggapan urusan gereja itu urusan orang tua dan tunggu tua dulu.

A. Gereja tidak tanggap terhadap kemajuan teknologi.
Di tengah kemajuan teknologi, Gereja ternyata lebih senang tertinggal di belakang. Gereja sering merasa tidak perlu mengadopsi teknologi bagi kemajuan pelayanan Tuhan. Pandangan tersebut membuat gereja menutup diri terhadap kemajuan teknologi.

Karena itu, Gereja cenderung menjadi tempat yang tidak menarik bagi remaja yang hidup dekat sekali dengan teknologi sehinggamembuat pemuda cenderung berpikir radikal. Cenderung menutup diri dan menganut paham yg di pahaminya yg terkadang belum tentu benar. Seperti Gereja itu adalah orangnya bukan Gedung nya.

Sebagai pemuda Gereja kita semakin dituntut untuk kaya dalam segala hal. Kaya akan ilmu pengetahuan, kaya kreatifitas, kaya ide-ide dan kaya akan semangat muda yg kuat dan dinamis. Kaya materi (ulet dan benar dalam bekerja) Untuk di sumbangkan untuk kemuliaan Tuhan. Kita di tuntut untuk rajin belajar dalam segala hal baik itu di bidang pendidikan, kehidupan sehari-hari maupun pengetahuan umum.

Dan pengetahuan kita miliki kembali kita berikan bagi umat Gereja. Seperti yang kita teladani dari Tuhan Yesus yang memberikan nyawanya.

Kemudian kita lanjut dengan kelompok kecil dan melibatkan gereja dan teknologi. Hal ini telah kami lakukan sebagai contoh di Menteng VII

Membuat kelompok kecil yang diasuh satu mentor dan empat anggotanya sebagai anak asuh nya. Mentor terus memantau perkembangan anak asuhnya setiap hari.

Menerapkan teknologi seperti Sosmed yaitu facebook dan WA group untuk Pendalaman Alkitab. Dan group WA membaca alkitab selama setahun.

Kebaktian padang
Tujuanya membahas tentang alkitab dan membahas problem yang sering dihadapi pemuda saat ini. Kemudian sering membuat kegiatan diskusi kelompok yang membahas tentang sebuah buku

Seperti konseling pranikah dimana tujuanya untuk mendewasakan pemuda dan membimbing pemuda untuk menentukan pilihan pasanganya.

Dan kemungkinan masalah yang dihadapi sebelum dan setelah pernikahan. Dan pernikahan yang diinginkan Tuhan adalah menjadi keluarga partner Tuhan untuk menyatakan kerajaan Tuhan di dunia.

Supaya tidak terjadi pasangan yang beda agama. Agar pernikahan itu bertumbuh menjadi partner Tuhan yang dimulai dari keluarga. Walaupun mereka belum menikah.

Mengikuti kegiatan lingkungan seperti turnamen sepak bola
Kegiatan naik gunung, tujuanya adalah untuk menumbuhkan kecintaan terhadap negara. Mendoakan pemimpin kita dan juga menjaga alam, tentunya melibatkan Gereja pula.

Setelah di mulai dari kelompok2 yang kecil kemudian ke kelompok yang besar seperti kunjungan Gereja saling membangun dalam pelayanan yang dilakukan setiap tiga bulan sekali.

Setelah selesai yang dari medan kemudian kita melakukan kunjungan Gereja yang lebih besar lagi, yaitu dari Siborong-borong Medan dan Pagurawan dimana dalam setiap acara selalu kita tanamkan peranan pemuda dalam pembangunan Gereja termasuk sumber dayanya.

Dan menumbuhkan kecintaanya kepada Gerejanya. Melalui kegiatan-kegiatan inilah sikap radikalisme bisa kita tangkal dan kita kurangi. Supaya pemuda tetap dalam komunitas dan pergaulan di gereja ( 1 kor 15 : 33) " janganlah kamu sesat : pergaulan yang buruk merusakkan pergaulan yang baik".

Setelah selesai ini sebentar lagi kita akan mengadakan pertemuan akbar pertemuan seluruh Pemuda pemudi GPKB seluruh indonesia yang pelaksanannya sedang di bicarakan dan diskusikan.

Rencananya akan diadakan di Siborong-borong juli 2019 yang pesertanya adalah perwakilan dari masing masing Gereja GPKB seluruh indonesia bertempat di Siborong-borong.
Tujuan kegiatan ini adalah mempererat dan menyatukan komunitas pemuda GPKB dan memahami tugasnya sebagai Pemuda/pemudi menjadi garam terang dunia di tengah komunitas, keluarga dan Gereja.

Materi acara nya antara lain:
A. Ibadah
B. Seminar
C. Game
D. Pagelaran budaya:ini seperti menyegarkan kembali tentang kebudayaan kt yg mulai memudar. Supaya kita makin menyayangi dengan kebudayaan kita.Nantinya akan ada satu sesi di malam hari untuk menampilkan seperti pertunjukan atau tari-tarian nyanyian batak.  Di bawakan masing-masing perwakilan Gereja lengkap dengan ulos dan pakaian bataknya.
E. Acara sosial :jika memungkinkan kt punya voluntir tenaga medis. Kita bisa buka chek kesehatan di acara tersebut.
Contohya; chek darah kolestrol dan melakukan donor darah tergantung sumber yang kita punya.

Melalui acara ini kedepan nya pemuda gereja semakin solid dan menjalin silaturah mi antar daerah dan kemudian sebagai acuan untuk perkumpulan pemuda selanjutnya untuk kemajuan gereja dan kemuliaan Tuhan.

Jangan sampai pemuda Gereja kehilangan identitasnya

Melalui kegiatan ini pemuda akan semakin mencintai Gereja GPKB jika merantau ke daerah, terlebih dahulu mencari Gereja GPKB. Jangan malu menjadi warga GPKB.

Kita adalah saudara dan keluarga, Kemana pun kita merantau jangan meninggalkan GPKB karena Kita adalah Gereja kecil.

Mari, Pemuda yang bertalenta sudi kiranya melibatkan dirinya di pelayanan Gereja.
Mari kita bimbing adek-adek kita dari sekarang kita perbaiki sumber daya manusia di GPKB. Mulai dari sekarang supaya 5 sampai 10 tahun kedepan ini menjadi lebih besar lagi lebih solid, berahlak, dan lebih maju lagi.


Kiriman dari Anthony simanjuntak ST (GPKB Menteng Medan)

 

 

 

 


TAG , , , Tekhnologi