Logo Jumat, 30 Juli 2021
images

Pdt. Mulyadi Sulaeman, Gembala Gereja Sidang Pantekosta Di Indonesia (GSPDI) jemaat Filadelfia Bellezza Permata Hijau, Jakarta Selatan

MAJALAHREFORMASI.com - Masalah penyalahgunaan narkotika yang melibatkan generasi muda menjadi momok yang sangat menakutkan bagi bangsa ini. Dapat dipastikan jika kondisi ini berlanjut akibatnya dapat menurunkan kualitas generasi muda yang berarti akan mengurangi asset bangsa.

Menanggapi hal itu, Gembala Gereja Sidang Pantekosta Di Indonesia (GSPDI) jemaat Filadelfia Bellezza Permata Hijau, Jakarta Selatan, Pdt. Mulyadi Sulaeman angkat bicara terkait maraknya peredaran narkotika bahkan telah menyasar kaum milenial.

Dari zaman dahulu, ujar dia, gereja sudah menyatakan perang terhadap narkoba, mulai dari istilah candu, ganja dan lainnya. Bahkan khotbah-khotbah yang mengingatkan jemaat untuk menjauhi barang haram ini sering dikemukakan . Bukan itu saja Gereja juga kerap mengundang Ahli-ahli mengenai narkotika untuk berbicara di seminar-seminar dan penyuluhan -penyuluhan. "Sampai sekarang bahaya Narkoba selalu menjadi salah satu pokok doa di gereja-gereja," imbuhnya kepada majalahreformasi.com (25/06) Jumat.

Pun demikian, ia mengakui dan tidak menutup mata bahwa kaum milenial sangat rentan terpapar narkotika dalam hidup mereka lewat berbagai cara dan taktik iblis. Namun, hamba Tuhan yang dikenal ramah ini mengatakan walaupun gereja sudah melakukan berbagai cara agar jemaatnya tidak tertarik dan terpapar narkotika, misalnya dengan mengadakan konseling dan juga pengajaran dan peringatan bahaya Narkoba kepada anak-anak sejak di Sekolah minggu. Tetapi, ia mengingatkan pentingnya peranan keluarga agar anggotanya luput dari jeratan narkoba.

Pendeta Mulyadi berpesan, dalam peringatan Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) ini harus dijadikan momentum refleksi bagi gereja, masyarakat, dan pemerintah bahwa persoalan narkotika ini belum tuntas. Ia juga menyebut, bisa saja semenjak HANI resmi diperingati diseluruh dunia jumlah yang terpapar justru mengalami peningkatan. Oleh sebab itu, kata dia, ini menjadi tugas bersama bahwa perjuangan belum selesai dan harus melibatkan semua pihak.

"Biarlah semua pihak lebih aware bahwa narkotika menjadi musuh, bangsa, negara, Gereja dan bagi masa depan anak-anak kita. Kiranya Tuhan menolong Indonesia dan menolong kita semua, amin," demikian ucapnya sambil mengakhiri wawancaranya siang itu. (DAVID)