Logo Minggu, 2 Oktober 2022
images

MAJALAHREFORMASI.com - Kasus Covid-19 kembali mengalami kenaikan di Indonesia. Peningkatan signifikan sebenarnya mulai terlihat sejak awal pekan ini sebanyak 591 kasus, kemudian penambahan 930 kasus, hingga tembus 1.242 kasus ada tengah pekan. 

Subvarian BA4 dan BA5 menjadi varian of Concern yang dikuatirkan saat ini karena mudah menular. Kementerian Kesehatan memperkirakan jumlah kasus akan terus meningkat hingga akhir Juli tahun ini. 

Menurut Ketua Umum PB IDI, dr Adib Khumaidi, SpOT, dalam media briefing yang digelar secara hybrid di sekretariat PB IDI di bilangan Menteng Jakarta, Selasa (21/6), bahwa Pandemi ini masih belum selesai. Ia juga menjelaskan sekalipun dalamnya situasi endemi penyakit itu tetap ada tetapi penularannya terkendali.

"Sudah jelas ya Endemik bukan berarti kondisi yang bebas penyakit. Penyakitnya ada tetapi penularannya terkendali," beber dr Adib.

Ia pun meminta kerjasama semua pihak baik pemerintah, swasta, maupun masyarakat untuk tetap perlu menjalankan berbagai upaya kewaspadaan strategi pencegahan dan sistem pengendalian penularan yang kuat.

Kemudian Dr dr Agus Dwi Susanto, SpP(K) selaku Ketua Bidang Penanganan Penyakit Menular PB IDI, meminta pemerintah mengkaji kembali kebijakan lepas masker di tempat umum, serta meminta pemerintah dan masyarakat untuk menggiatkan Kembali vaksinasi booster untuk Covid.

Agus mengajak Masyarakat juga tetap melakukan protokol Kesehatan ketat seperti mengenakan masker, mencuci tangan, dan menggunakan hand sanitizer. 

“Kami juga mengingatkan masyarakat untuk waspada akan penyakit lainnya yang muncul di musim pancaroba ini, seperti Demam Berdarah Dengue, Cacar Monyet, Hepatitis Akut, serta sejumlah penyakit lainnya yang berpotensi timbul.” kata dr Agus.

Sementara itu, Dr dr Erlina Burhan, MSc, SpP(K) dari Bidang Kajian penanggulangan penyakit Menular PB Idi menegaskan bahwa untuk menuju endemi persiapannya adalah dengan menekan kasus terkonfirmasi positif, salah satunya melalui vaksinasi baik dosis primer dan juga dosis booster, Tracing diusahakan sesuai target 1:12, masyarakat harus tetap patuh pada protokol Kesehatan. 

Pada kesempatan yang sama, Dr Eka Mulyana, SpOT(K) dari Bidang Advokasi Tim Mitigasi IDI dalam paparannya meminta tenaga kesehatan medis baik dokter umum, maupun dokter spesialis untuk tetap waspada pada kasus Covid dan juga penyakit menular lainnya. 

Data terakhir dari Tim Mitigasi IDI yang wafat hingga bulan Maret 2022 adalah 752 dokter umum dan dokter spesialis akibat Covid. Data tersebut tersebar dari 29 propinsi di Indonesia. Sepanjang pandemi, Tim Mitigasi mencatat sebanyak 252 dokter meninggal pada tahun 2020, 495 dokter meninggal karena Covid, dan 5 dokter meninggal karena Covid sepanjang Januari.(red)