Logo Minggu, 2 Oktober 2022
images

Penulis adalah Putri Simorangkir, Ketum Dantara (Damai Nusantaraku)

MAJALAHREFORMASI.com - Adalah suatu kesempatan yang tidak terduga , tatkala kami bisa mengunjugi Synagogue dan museum Holocaust bersama dengan ibu Rita Wahyu M.Th. , seorang pengajar Theologia dari bahasa aslinya yaitu bahasa Ibrani.

Terletak disuatu wilayah di kota Tondano , bangunan unik khas rumah Yahudi berwarna putih terawat dengan baik dan seorang Rabi Yaakov Baruch yang ramah dan baik hati menerima kami, serta menjelaskan segala sesuatu yang ingin kami ketahui.

Awalnya kami diajak memasuki museum Holocaust terlebih dahulu .

Ruangan kecil itu pada salah satu dindingnya dihiasi oleh beberapa foto lama yang masih tersimpan dari zaman holocaust yaitu pemusnahan terhadap enam juta orang bangsa Yahudi secara sistematis di Jerman antara tahun 1933 hingga 1945.

Melihat foto- foto yang ada, kita dapat merasakan kengerian bercampur haru yang tersirat dari sisa gambar-gambar tersebut. Misalnya, tampak tumpukan topi-topi , selendang , dasi bahkan gigi palsu , serta barang-barang lainnya yang ditinggalkan pemiliknya sebelum mereka, (para korban) yang terdiri dari laki-laki , perempuan dan anak-anak masuk ke kamar gas .

Foto yang lain menunjukkan pemuda dan pemudi remaja dengan wajah cerah, namun mereka semuanya itu dibunuh hanya menyisakan beberapa orang saja yang berhasil bertahan hidup.

Suatu gambaran kelam suatu fakta sejarah yang pernah terjadi didunia. 

Bersyukur bahwa kami berkesempatan bisa melihatnya, karena museum tersebut ada di Indonesia. (*) 

Dari kiri ke kanan : Putri Simorangkir, Rita Wahyu M. Th, Rabi Yaakov Baruch, Rici Simorangkir, DR. Rully Simorangkir SH, Rani