Logo Selasa, 18 Januari 2022
images

MAJALAHREFORMASI.com - Musyawarah Nasional Partisipasi Kristen Indonesia Parkindo 2021 resmi dibuka di hotel Bumi Sangkuriang Bandung, Kamis (25/11/21) Pagi. Acara ini dimulai  dengan kebaktian yang dipimpin oleh Pdt RC Sibarani.

Pdt Sibarani mengatakan semua jabatan adalah sejatinya bentuk tanggung jawab dan pengabdian.

Dia berharap Parkindo senantiasa eksis dan menjadi sumber kesaksian. ''Siapapun yang menjadi pemimpin agar membawa organisasi ini lebih besar," harapnya.

Sementara itu ketua panitia Desli Pangaribun mengatakan ucapan syukurnya acara Munas bisa digelar saat ini

"Puji Tuhan akhirnya Munas dapat digelar walau ditengah pandemi dan kendala lainnya, kita bisa berkumpul dalam Munas ke-4 ini," ucap ketua panitia dalam sambutan.

Ia berharap dengan momentum Munas ini, tokoh Kristen dapat lebih berkiprah lagi dalam percaturan politik di Indonesia.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Umum Parkindo, Alida Guyer mengatakan apresiasinya atas kehadiran para peserta undangan termasuk jerih lelah Panitia Munas Parkindo.

Dahulu, kata dia, Parkindo pernah berjaya, namun selanjutnya aspirasi umat Kristen seakan tenggelam karena tidak ada yang menyuarakan nya.

Lebih lanjut, Alida menuturkan terpilihnya ia sebagai ketum Parkindo yang berasal dari suku Dayak keluar jalur mainstream, yang umumnya berasal dari suku Batak, Jawa dan NTT,  menurut dia, itulah uniknya Indonesia. Negara ini terbentuk dari berbagai suku agama dan ras berbeda.

Ini bukan hal yang mudah, salah satu tugas Parkindo menjaga dan merawat keberagaman di negeri. Parkindo juga diharapkan menjalin hubungan dengan pemerintah untuk bersinergi menangkal hoaks, opini yang tidak berdasar. 

Jika melihat sejarah, bangsa Indonesia telah berkomitmen menganut sistem demokrasi namun reformasi telah melenceng dari formatnya. Sehingga permusuhan, intoleransi akibat jargon yang diproduksi para buser.

Disisi lain korupsi dianggap lumrah padahal korupsi mengakibatkan ketimpangan sosial serta merampas hak rakyat agar hidup adil.

Melihat itu, Parkindo harus terpanggil mengkoreksi sistem kepartaian agar tidak terjadi politik busuk dan mahar politik yang menjerat.

Ia juga menyinggung bonus demokrasi yang akan memberi keuntungan besar jika dikelola dengan baik dan tepat. Sebaliknya jika tidak akan menyeret Indonesia ke jurang yang dalam.

"Selamat bermunas dan kiranya kasih karunia Tuhan Yesus memberkati kita semua," pungkasnya. (David)