Logo Kamis, 26 November 2020
images

Fredrik J. Pinakunary

Matius 6.27: Siapakah diantara kamu yang karena kekuatirannya dapat menambahkan sehasta saja pada jalan hidupnya?

JAKARTA, MAJALAHREFORMASI.com

Kuatir adalah respon natural manusia dalam menghadapi persoalan yang secara logis sulit dilihat jalan keluarnya. Kuatir terkena virus berbahaya, kuatir akan analisis dan vonis dokter; kuatir akan kekurangan materi atau finansial; kuatir akan terkena PHK; kuatir akan kemerosotan usaha dan karir; kuatir akan kehilangan orang yang dikasihi. Ini semua adalah contoh nyata penyebab kekuatiran. Terlepas dari itu, coba renungkan.

Jika anda memiliki anak, apakah anda akan membiarkan anak anda kuatir mau makan apa? Kuatir mau pakai baju apa? Kuatir bagaimana bayar uang sekolah? Kuatir terjangkit penyakit? Tentu tidak! Anda pasti berusaha memenuhi semua kebutuhan anak anda tersebut. Saudaraku, percayalah bahwa anda adalah anak Allah dan Bapa anda di surga lebih menyayangi anda dari pada anda menyayangi anak anda sendiri.

Saking sayang, Dia berikan anak-Nya untuk menyelamatkan anda. Rambut anda pun dihitung oleh-Nya. Tak sekalipun Dia membiarkan dan meninggalkan anda. Apapun pergumulan anda, jangan kuatir, kalau sempat kuatir, segera lemparkan (casting) kekuatiran anda pada Tuhan. Lalu bagaimana agar tidak mudah kuatir?

Milikilah pergaulan yang erat dengan Tuhan agar anda mengenal-Nya secara pribadi dan mengerti isi hati-Nya. Jadi, ketika persoalan datang, respon yang keluar bukan kuatir tapi hikmat untuk mencerna dan mengambil sikap dan keputusan yang sesuai dengan kehendak Tuhan.

Dengan respon seperti ini, Tuhan dapat melakukan mujizat untuk menyelesaikan persoalan anda. Apapun yang terjadi, percayalah bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi orang yang mengasihi Dia (Rm. 8.28).

Jangan cepat mengeluh, jangan jadi pribadi yang skeptis, pesimis lalu nyinyir, jangan sibuk mencari kesalahan orang lain, jangan menghabiskan terlalu banyak waktu untuk memarahi pemerintah, jangan mudah berputus asa. Percayalah bahwa Tuhan mengasihi anda maka segala hal yang terjadi, baik maupun tidak, akan dipakai-Nya untuk mendatangkan kebaikan bagi anda, menjadikan anda sebagai pribadi yang lebih baik. Amin

Penulis adalah: Fredrik J. Pinakunary, berprofesi sebagai pengacara