Logo Sabtu, 18 September 2021
images

Jefri Tambayong (Jas Hitam)& ketua DPR RI, Bambang Soesatyo , Foto: gmdm4nation.or.id

JAKARTA, MAJALAHREFORMASI.com- Hari Anti Narkotika Internasional atau HANI yang diperingati setiap tahunnya pada tanggal 26 Juni merupakan bentuk keprihatinan dunia terhadap penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika yang berdampak buruk terhadap kesehatan.

Bagaimana potret pengguna narkoba sendiri saat ini menurut penggiat anti narkoba, Jeffry Tambayong?

Bagi Ketua umum Forum Organisasi Kemasyarakatan Anti Narkoba (FORKAN) serta GMDM (Gerakan Mencegah Daripada Mengobati) ini untuk tahun ini justru pengguna narkoba di Indonesia mengalami kenaikan.

"Walaupun masa pandemi Covid-19 pengguna narkoba mengalami kenaikan ini berdasarkan pengamatan saya sendiri di panti-panti rehap dan serta pengalaman saya selama 14 tahun sebagai penggiat anti narkoba," ujar Jeffry.

Ada beberapa alasan dan faktor yang membuat orang menjadi pecandu narkotika, yakni: pergaulan bebas, lingkungan kerja atau kantor serta faktor keluarga atau rumah tangga.

Umumnya pada keluarga yang harmonis akan sangat jarang anggota keluarganya yang menjadi pecandu narkotika. Oleh sebab itu keluarga adalah merupakan benteng utama dari pencegahan bahaya narkoba.

"Makanya kami selalu mengatakan bahwa keluarga sangat memegang peranan penting dalam hal pencegahan bahaya narkoba."

"Kalau keluarganya harmonis otomatis anaknya tidak akan pernah coba-coba untuk memakai narkoba tetapi sebaliknya jika keluarganya tidak harmonis, sering ada cekcok, perkelahian maka gampang terpengaruh." .

Ia juga mengajak elemen masyarakat termasuk Gereja untuk terus mengkampanyekan bahaya narkotika dan memberi pemahaman kepada jemaat lewat penyuluhan-penyuluhan yang sifatnya tentang narkoba sehingga jemaat mendapat pemahamannya menyeluruh tidak sepotong-potong.

"Misalnya semua orang tahu bahaya narkoba tetapi masih memakai atau pengguna aktif kerena mereka tidak menyadari dan tidak mengetahui dampak yang ditimbulkan bagi tubuh dan tidak tahu beratnya hukumannya jika tertangkap," terangnya.

Lebih lanjut, Jeffry mengingatkan agar masyarakat untuk tidak tergoda mencoba narkotika jenis apapun itu karena sangat berbahaya dan akan membuat ketergantungan. Lambat laun akan merusak kesehatan tubuh dan fungsi otak makanya sering terjadi pemakai narkoba yang menderita kegilaan.

Pada Hari Anti Narkotika Internasional ini, Jeffry menuturkan harapannya agar sinergi antara masyarakat dan pemerintah semakin ditingkatkan dalam upaya perang terahadap narkoba. Negara harus senantiasa extra perhatian terhadap masalah narkoba ini sehingga perayaan HANI tahun ini bukan hanya seremonial belaka.

Pemerintah juga sewajarnya untuk menambah anggaran kepada BNN dan KEMENSOS untuk merehabilitasi para pecandu karena jika tidak direhabilitasi sangat berbahaya. Termasuk, anggaran untuk pemberdayaan masyarakat meliputi penyuluhan agar ditingkatkan baik untuk pemerintah dan swasta.

"Saya berharap dalam upaya pencegahan narkoba ini tidak ada ego struktural, mari bersinergi untuk kepentingan bersama," pungkasnya. (DAVID)