Logo Rabu, 6 Juli 2022
images

MAJALAHREFORMASI.com - Ternyata faktor perselingkuhan yang akhirnya menjadi pemicu terjadinya kekerasan di dalam rumah tangga (KDRT) adalah penyumbang terbesar penyebab seseorang wanita menderita gangguan jiwa atau ODGJ selama ini.

Hal itu dikatakan oleh Ferra Menajang, Founder Yayasan Gerakan Asih Abadi Indonesia (Gerasa) berdasarkan pengalamannya sendiri dalam menghadapi beberapa ODGJ di Yayasannya kepada wartawan, Rabu (10/05/22).

Sehingga dalam kesempatan itu, Ferra panggilan akrab wanita ini, ia mengajak setiap orang selalu berpikir positif dalam menghadapi tantangan hidup ini termasuk persoalan-persoalan rumah tangga. "Ingat ya dalam persoalan hidup yang kita alami tidak selalu berbicara benar atau salah tetapi yang terpenting adalah respon kita," tutur dia.

Kemudian dikatakannya, selalu melatih diri untuk bersukacita karena hati yang gembira adalah obat manjur. Percaya jika Tuhan berdaulat atau berkuasa dalam hidup Kita, rancanganNya akan selalu terbaik.

Dan tak kalah pentingnya, ujar nya, hindari kebiasaan menyendiri saat menghadapi masalah, berusahalah mencari komunitas yang baik saling mendukung.

Saat disinggung jika dalam suatu keluarga ada anggota keluarganya yang menderita gangguan jiwa, ia mengungkapkan mereka harus menerima dan mengakui. "Terima bahwa dia adalah bagian dari hidup kita dan akui bahwa dia adalah pribadi yang spesial bagi kita dan berikan legacy bahwa dia berharga dan Tuhan Yesus sangat mengasihinya; tetap percaya akan kasih dan kebaikan Tuhan," ucap dia.

Lebih jauh, penyebab perselingkuhan bermacam-macam. Diungkapkan Ferra, hal itu terjadi karena tidak bisa menjaga komitmen, akibat kurangnya nilai agama. "Kalau suami-istri hidup sesuai dengan keimanannya maka rumah tangga akan aman, meskipun banyak masalah, perbedaan dan kesalahpahaman," ujar dia.

Sebagai informasi, Ferra Menajang, melalui Rumah Pemulihan Gerasa, melayani ODGJ khusus wanita. Ada sekitar hampir 100 orang yang dirawatnya. Uniknya para ODGJ dirawat masih dalam lingkungan rumah pribadinya di bilangan Rawalumbu Bekasi tepatnya persis di bagian belakang rumahnya. Sudah banyak ODGJ yang sembuh dan dijemput oleh keluarganya. (David)