Logo Minggu, 25 Oktober 2020
images

Louisa Hanjono ditengah pakai kursi roda diapit suami dan putrinya

JAKARTA UTARA, majalahreformasi.com - Sosok wanita ini lahir dengan keadaan fisik yang sangat terbatas dengan tangan yang sangat kecil begitu juga kakinya, tetapi justru dalam keadaan fisiknya seperti itu ia dipakai Tuhan secara luar biasa. Ia sering memotivasi orang-orang. Sudah jutaan orang berhasil dimotivasinya.

Namanya  Louisa Hanjono kelahiran Kediri 44 tahun yang silam. Tinggi badan nya saat ini hanya 75 cm , dengan berat badan 20 Kg.

Kondisi itu sempat membuat dirinya ingin bunuh diri waktu SMU karena keterbatasan nya. Penghinaan dan intimidasi dari teman-temannya menjadi makanan nya sehari-hari. Tetapi berkat cinta kasih keluarganya akhirnya memberinya kekuatan untuk bangkit.

“Saya pernah bertanya kepada kedua orang tua saya kenapa fisik saya berbeda dengan yang lain, mereka mengatakan bahwa Tuhan punya rencana yang indah buat hidupmu. Walaupun kamu berbeda tetapi bagi kami, kamu special dan kami menyayangimu, ” katanya mengenang dengan mata berkaca-kaca.

Ia mengisahkan pada saat Ibunya mengandungnya di usia tiga bulan jatuh terpeleset dan mengalami pendarahan dan sejak kejadian itu posisinya dalam  kandungan dalam keadaan tidak normal alias melintang, dokter sudah memprediksi bahwa anaknya akan cacat dan ternyata benar. Lahir dalam keadaan kaki dan tangan lengket posisinya seperti sedang bertapa sehingga saat itu dioperasi.

Proses kehidupan dan pengalaman hidup yang selama ini menerpanya membuatnya semakin percaya bahwa rencana Tuhan bagi semua orang itu adalah rancangan damai sejahtera.

Dalam kehidupan ini, Imbuhnya semua umat manusia akan mengalami proses. Akan ada tantangan disana, bahkan tidak jarang ada tetesan air mata dan jatuh bangun dalam perjalanan hidup ini. Tetapi, ia percaya Tuhan memberikan pencobaan tidak akan melebihi kekuatan anak-anak Nya dan segala sesuatunya indah pada waktuNya.

Maria Gabriella Handojo, putrinya saat diwawancarai majalahreformasi.com di bilangan Kelapa gading mengatakan,  walaupun kondisi ibunya seperti itu ia mengaku tidak malu karena baginya bundanya adalah segalanya dan sangat menyayanginya. 

“Saya sering ikut Mommy, baik itu sebagai motivator ataupun pelayanan sehingga saya tahu mommy adalah orang yang dibutuhkan orang lain sehingga saya bangga ada di samping mommy,” ucap Maria sambil tersenyum.

Dia juga bercita-cita menjadi kebanggaan orang tua dengan selalu bersukacita dan menjadi terang bagi semua orang. 

Kepala sekolah SMP Don Bosco, Kelapa Gading, Jakarta, Primus membenarkan hal itu, bahwa Maria Gabriella Handojo anak didik nya sangat dekat dengan sosok ibunya. Untuk prestasi di sekolah ia juga mengatakan ia sanggup mengikuti pelajaran dengan baik sama seperti siswa lainnya.

Louisa menuturkan kedepan akan terus memperlengkapi diri dengan pengetahuan sehingga bisa menjadi motivator yg sanggup membangkitkan semangat bagi yg membutuhkan dan mendalami Firman Tuhan sebagai seorang hamba Tuhan.

“Saya ingin menjadi berkat bagi keluarga, masyarakat dan Negara, dan sebagai seorang ibu ingin mempersiapkan anak saya melalui proses kehidupannya. Sehingga kelak Putri saya boleh menjadi berkat,” Imbuhnya.

Saat ini Louisa hidup bersama keluarga kecilnya di Jakarta. Ia merasa sangat berbahagia sekarang dengan suaminya Handojo Prasetya dan putrinya semata wayang.

Kiranya kisah ini boleh mengispirasi kita semua. (David Pasaribu)

 

 

 

 

 

-

 

 

 

 


TAG , , , Kesaksian