Logo Rabu, 1 Desember 2021
images

Livia Istania DF Iskandar

MAJALAHREFORMASI.com - Selain pekerja keras dan kemampuan berinovasi, membawa sosok perempuan cantik ini bernama Livia Istania DF Iskandar atau yang akrab disapa Livia ini tercatat menjadi Wakil Ketua Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) periode 2019-2024.

Saat ditemui majalahreformasi.com di kantornya di bilangan Jakarta Timur, perempuan ramah ini menuturkan tentang tugas yang saat dipegangnya. Livia menjelaskan bahwa LPSK adalah sebuah lembaga nonstruktural yang didirikan dan bertanggung jawab untuk menangani pemberian perlindungan dan bantuan pada Saksi dan Korban berdasarkan tugas dan kewenangan sebagaimana diatur dalam Undang-Undang.

"Jadi jika seseorang merasa nyawanya terancam dapat mengirim permohonan ke LPSK, nantinya kami akan mengirim tim investigasi lalu dibawa ke sidang pimpinan untuk diputuskan apakah sesuai dengan UU No 31/2014," ujar Livia.

Untuk mencapai posisi sebagai Wakil Ketua pasti tidaklah mudah perlu proses yang panjang. Livia bercerita, syarat pertama usia harus di atas 40 tahun dan mempunyai pengalaman minimal 10 tahun di bidang Hak Asasi Manusia, serta mempunyai rekam jejak yang baik.

Livia memulai karier nya di bidang Hak Asasi Manusia setelah peristiwa Mei 1998. Saat itu terbesit di hati nya ingin menjadi bagian dari masyarakat yang menuntut keadilan dengan cara lain.

Lalu pada tahun 2001 ia direkrut Komnas perempuan. Setahun kemudian Livia mendirikan yayasan yang bernama 'pulih' yang bertujuan untuk memberikan bantuan psikologis untuk pemulihan trauma akibat kekerasan.

Yayasan ini berkembang cepat ditandai dengan yang tadinya hanya punya satu kantor menjadi 4 (empat), sempat bekerja di derah konflik Aceh, Ambon dan tidak hanya itu juga pernah mengirim  psikologi ke Papua. Pencapaian itu terjadi antara 2002 hingga 2006. Sejak itu mendirikan 3 (Tiga) lembaga nirlaba lain.

Sehingga tak heran sejak bergabung di LPSK dan dilantik Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada tanggal 7 Januari 2019 ia sebenarnya telah sarat dengan pengalaman yang memudahkannya untuk menjalankan tugasnya saat ini.

Laporan Meningkat

Livia mengakui secara umum ada peningkatan laporan di LPSK namun, ia menegaskan itu bukan menjadi tolak ukur, karena jumlah korban yang mau melanjutkan kasusnya ke peradilan masih sedikit.

Beberapa mereka sudah berdamai sehingga tidak dilanjutkan kembali dan ada yang merasa takut. Tidak sedikit yang merasakan setelah melapor justru di tinggalkan keluarga nya, karena tidak percaya pada laporan korban.

“Sangat dibutuhkan keberanian ekstra bagi seorang korban apalagi prosesnya peradilan ini bisa memakan waktu yang lama,” imbuh dia.

Hal lainnya yang membuat Livia miris adalah pelaku kekerasaan seksual tersebut justru adalah orang yang terdekat bukan orang lain  atau asing.

Tantangannya masih banyak, ia mencontohkan minggu lalu ia baru pulang dari Bali untuk mendampingi kasus perkosaan beramai-ramai, korbannya seorang wanita yang berumur 19 tahun pelakunya lima orang. Sangat berat saat itu, untuk mendampingi selama sidang pemeriksaan saksi .

Aturan Khusus

Livia berharap adanya aturan atau undang-undang baru yang bersifat lex specialis untuk korban korban kekerasan seksual karena ranah kekerasan seksual itu sudah lebih dari hanya pemerkosaan pasal 285 dan pencabulan 286 KUHP.

"KUHP  tidak bisa menjerat pelaku dengan pasal tersebut, pelecehan seksual juga belum ada aturannya yang jelas," tegasnya.

Seharusnya, menurut dia, ada pemberatan untuk efek jera karena saat ini masing-masing pelaku Gang rape hanya bisa di dakwa dengan pasal 285 KUHP. Padahal  mereka sudah merencanakan dan melakukan secara beramai-ramai seharusnya ada pemberatan.

Tips Sehat

Sebagai sosok perempuan dengan jabatan Wakil Ketua LPSK membuatnya harus senantiasa enerjik dan aktif. Ditengah kesibukannya itu Livia mempunyai tips khusus menjaga kebugarannya, yakni: dengan mendekatkan diri kepada sang pencipta, meditasi, membaca buku dan menonton.

Livia mengungkapkan beban kerjanya memang berat karena terpapar dengan cerita-cerita sedih setiap harinya. Sehingga merawat diri adalah sudah menjadi kebutuhan nya saat ini. "Untungnya di kantor LPSK saat ini ada klinik sehingga bisa kontrol kesehatan secara rutin," tandasnya. (David)