Logo Senin, 26 Oktober 2020
images

Foto Bersama Ephorus Dengan Para Peserta Konven

BAYUNG LENCIR, majalahreformasi.com - Kota ini masih asri dan memiliki cukup banyak pemandangan alam yang apik terletak sekitar 204 kilometer dari pusat kota Palembang, Bayung Lencir namanya letaknya berada di dekat perbatasan Jambi di sebelah utara, sebelah Selatan dengan Kecamatan Sungai Lilin dalam kabupaten yang sama, sebelah Timur berbatasan dengan Kecamatan Lalan yang merupakan pecahan dari Kecamatan Bayung Lencir sedangkan di sebelah Barat berbatasan dengan Kecamatan Batang Hari Leko dalam kabupaten yang sama.

Di kota ini pula gereja GPKB baru saja menggelar perhelatan penting yaitu Konven Pendeta yang diadakan pada tanggal 7-9 February 2019. Mengangkat tema ‘kami adalah kawan sekerja Allah’ dan sub thema ‘melalui konven pendeta GPKB marilah kita menguatkan hati dan penuh semangat menyongsong 100 tahun Gereja GPKB’.  

 Pdt. Jubel Lumbantoruan ketua Konven GPKB menuturkan acara ini diadakan setiap dua tahun sekali dan ini sesuai dengan amanat AD/ART Gereja GPKB. Materi yang diangkat dalam konven yakni pedoman liturgy dan Pedoman pengajaran GPKB.

Materi ini, lanjut dia dipilih karena sudah merupakan kesepakatan pada pertemuan sebelumnya di Jakarta pada tanggal 1-4 Maret 2017.

“Yang menjadi Narasumber adalah seluruh Pendeta yang tersebar diseluruh Indonesia. Ada sekitar hampir 30 Peserta yang hadir, tetapi yang menarik setiap hari sebelum acara rapat dimulai terlebih dahulu para peserta konven olah raga pagi lalu  ibadah pagi dan malam hari,” ucap Jubel.

Saat di Tanya lebih lanjut mengenai meteri konven, Jubel menerangkan satu persatu bahwa materi  Liturgi yang dimaksud bahasan nya adalah: meliputi liturgi ibadah rumahtangga yang berisi; malam natal keluarga, pergantian tahun, partumpolon, manggarar adat, memasuki Bagas dan untuk acara paskah Subuh.

Lalu untuk, pedoman pengajaran yang dimaksud berupa; pedoman pengajaran Sekolah minggu, katekisasi, majelis jemaat, calon pendeta, pra-nikah dan nyanyian GPKB. Dan, lanjutnya, konven ini juga sekaligus melakukan koreksi agenda GPKB.

“Itulah sebabnya konven kali ini sangat penting karena menyangkut dua hal ini, pedoman liturgi GPKB dan pedoman pengajaran. Ini sangatlah urgen untuk menyatukan perbedaan yang ada di tengah Gereja,” Imbuhnya.

 

Maka, masih kata Jubel untuk merealisasikan tujuan dimaksud rapat menyepakati tanggungjawab narasumber berupa;

  1. Menerima masukan dari peserta konven sampai tgl 9 Maret 2019.
  2. Penyempurnaan data materi pokok sampai 30 April 2019.
  3. Evaluasi ulang sampai 15 Mei 2019
  4. Finalisasi hasil sampai 30 Juni 2019
  5. Siap cetak 19 Juli 2019, sebagai kado ulang tahun GPKB yg ke 92 tahun.

“Harapan  saya adalah satu kata dengan kerja, hasil konven harus diwujudkan, hal ini belum ada sehingga perlu direalisasikan. Ini membutuhkan kerja keras. Karena saya yakin ' hasil tidak pernah menghianati kerja keras jika kita lakukan dengan tulus dan setia,” tutup pria ini pada perbicangan menjelang sore hari.

 


TAG