Logo Sabtu, 18 September 2021
images

Jefri Tambayong ketum Forkan dan GMDM (baju merah) dengan anggota milenial GMDM Michael Andika

MAJALAHREFORMASI.com- Ketua umum Gerakan Mencegah Daripada Mengobati (GMDM) dan Forum Organisasi Kemasyarakatan Anti Narkoba (Forkam) Jefri Tambayong menyesalkan putusan pengadilan tinggi Bandung yang telah membatalkan hukuman mati bagi 6 (enam) terpidana kasus narkotika jenis sabu sebanyak 402 Kg di Sukabumi.

"Saya sangat prihatin mengingat korban pecandu narkoba yang hampir 20.000 orang pertahun, penjara- penjara penuh dengan para bandar narkoba dan penyalahguna narkoba ," ujarnya kepada majalahreformasi.com (29/6) Selasa.

"Ini jelas, sangat menciderai perjuangan kami dan pemerintah yang sedang menyatakan perang terhadap narkoba, ingat indonesia bisa hancur karena narkoba," tambahnya.

Jefri menegaskan sangat menghormati setiap keputusan institusi Kehakiman namun ia juga sangat prihatin bagaimana mungkin seorang bandar narkoba dapat bebas dari hukuman maksimal.

Seharusnya hakim jangan ragu untuk menghukum mati para perusak negara ini terutama para bandar-bandar Narkoba.  Mereka sudah sepantasnya dihukum setimpal dan seberat-beratnya karena perbuatannya sudah merusak negara Indonesia.

"Saya mendukung hukuman mati terhadap para bandar narkoba ini dan berharap agar mabes Polri dan BNN tetap semangat dalam usaha pemberantasan narkoba ini. Saya mendorong TNI Polri mengambil tindakan tegas untuk para bandar narkoba ini demi menyelamatkan generasi bangsa terutama anak milenial yang begitu gampang dan bisa hancur karena narkoba. mari satukan langkah dan satukan tekad untuk WAR ON DRUGS, merdeka," pungkasnya.

Sebelumnya, para pelaku sudah mendapat hukuman mati di pengadilan negeri Cibadak pada April lalu. Namun setelah banding di pengadilan tinggi Bandung. Tiga terpidana ini hanya mendapat hukuman 15 tahun penjara, sedangkan tiga lainnya menerima hukuman 18 tahun. (David)