Logo Rabu, 1 Desember 2021
images

Foto Instragam dudung_abdurachman

MAJALAHREFORMASI.com - Ketum FOREDER berharap agar masyarakat teliti dalam menyikapi pernyataan Letjen Dudung semua itu adalah bentuk penegasan seorang komandan kepada prajuritnya agar senantiasa menjaga keutuhan NKRI. "TNI berada di garis terdepan serta berani berkorban membela keutuhan NKRI dari setiap bahaya- bahaya di dunia saat ini," ucap Aidil.

Aidil mengungkapkan kemajuan teknologi digital komunikasi saat ini juga diikuti dengan membanjirnya berita-berita serta doktrin-doktrin paham radikalisme dan terorisme. Sehingga menurutnya seorang prajurit harus cermat dalam menyikapi berita yang beredar di media sosial. Tidak mudah terprovokasi oleh berita-berita hoaks.

"Silahkan anda cermati pernyataan Pangkostrad bahwa semua Agama adalah sama dimata Tuhan Karena Semua agama adalah milik tuhan apa mungkin tuhan tidak mengakui ciptaannya sendiri," bebernya.

Setiap ajaran agama apapun itu benar dan tidak salah bagi menurut pemeluknya masing-masing karena hakikat dari beragama itu yaitu membuat kebaikan bagi diri sendiri dan kepada umat beragama masing-masing itu sendiri.

Aidil juga mengajak masyarakat untuk berkaca dari bunyi Pancasila sila yang pertama ” Ketuhanan Yang Maha Esa’ artinya setiap agama yang ada di Indonesia ini di akui dan di lindungi oleh negara.

Sebelumnya Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad) Letjen TNI Dudung Abdurachman mengingatkan jajarannya untuk tak bersikap fanatik terhadap agama. Menurut Dudung, semua agama sama di mata Tuhan Yang Maha Esa.

Hal itu disampaikan Dudung saat bersama Ketua Persit KCK Gabungan Kostrad Rahma Dudung Abdurachman dan rombongan di Batalyon Zipur 9 Kostrad, Ujungberung, Bandung, Jawa Barat. (David)