Logo Rabu, 1 Desember 2021
images

Foto istimewa

MAJALAHREFORMASI.com - Ketum foreder turut bersuara atas tudingan yang berbau rasis dilontarkan Pigai kepada Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Prabowo atau yang akrab disapa GP serta Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Aidil menyayangkan tuduhan itu namun di balik ini tanpa di sadari Pigai, ujar dia, elektabilitasnya GP  semakin tidak terlawan. "Bayangkan GP di sandingkan dengan Jokowi meski dalam tanda negatif Fitnah dan hujatan yang sama sekali berdasar," tutur Aidil.

"Anda tahu sendirikan, di Indonesia ini semakin orang di Dzolimi maka semakin banyak yang mendukung," lanjut dia.

Aidil mencontohkan dengan kasus Bambang Pacul kala itu yang justru menaikkan nama GP. 

Lebih lanjut, ia menuturkan ucapan itu tidaklah pantas diungkapkan di tengah penderitaan dan perjuangan seluruh anak bangsa menghadapi ancaman pandemi Covid-19.

Kendati demikian, Aidil mengatakan rasa syukurnya, kalau Tuhan sudah berkehendak selalu ada saja jalannya untuk melahirkan pemimpin yang akan meneruskan jejak langkah Presiden Jokowi ialah GP.

"Luar biasa hujatan Fitnah yang di lakukan Pigai pada Jokowi dan GP itu, pada saat Presiden sedang berkunjung di Papua dalam rangka PON," tandas Aidil.

Bahkan Aidil menerangkan Papua selalu di hati Jokowi, sudah belasan kali Presiden berkunjung ke negri cendrawasih itu bandingkan dengan daerah lain yang hanya dua atau tiga kali dikunjungi.

"Tudingan Pigai ini sangat kejam dan tidak ada dasarnya," ucap dia.

Sebelumnya, Pigai mengatakan dalam cuitannya, "Jangan percaya orang Jawa Tengah Jokowi dan Ganjar. Mereka merampok kekayaan kita, mereka membunuh rakyat Papua, injak-injak harga diri bangsa Papua dengan kata-kata rendahan Rasis, monyet dan sampah. Kami bukan rendahan,” tulisnya, dikutip dari akun Twitter @NataliusPigai2 . (David)