Logo Selasa, 18 Januari 2022
images

MAJALAHREFORMASI.com - Isu bisnis PCR menjadi perbincangan hangat setelah Majalah Tempo menuding keterlibatan Luhut Binsar Pandjaitan dan Menteri BUMN Erick Thohir dalam bisnis tersebut.

Namun, Ketum Foreder Aidil Fitri secara tegas menepis isu tersebut bahwa kedua pembantu Presiden itu Seolah-olah meraih untung besar. Justru pemain besarnya seakan luput dari pemberitaan.

Lebih lanjut, Aidil mengutip pernyataan Arya Sinulingga, PT GSI yang dikaitkan dengan PCR ternyata hanya mengambil 2,5 persen dari porsi keseluruhan.

Menurutnya banyak pihak saat ini memancing di air keruh, sebut saja mereka yang berada di luar kekuasaan.

Kasus ini juga diharapkan pintu masuk untuk mendesak Presiden Jokowi melakukan reshufle kabinet. "Ada konflik kepentingan di balik ini," jelasnya kepada wartawan.

Kemudian terlihat dengan jelas ada usaha pembunuhan karakter atau character assassination terhadap para pembantu Presiden itu, Luhut dan Erick apalagi mendekat 2024. Dan bagi Aidil ini adalah agenda mereka yang paling utama, mengiring opini di mayarakat bahwa pemerintahan Jokowi adalah pemerintahan yang korup, tidak bisa di percaya.

Akhirnya mereka akan mencari sosok baru atau figur baru untuk memimpin diluar lingkaran pemerintahan Jokowi, baru mereka bisa eksis.

"Tetapi saya kira mereka seperti mimpi di siang bolong, itu tidak akan mungkin menjadi kenyataan," kata dia sambil tersenyum. (David)