Logo Sabtu, 23 Oktober 2021
images

Stefanus Gunawan (Kiri) bersama Ketua MPR RI Bambang Soesatyo

MAJALAHREFORMASI.com - Ketua MPR RI Bambang Soesatyo menerima kunjungan Keluarga Besar Serikat Pemersatu Seniman Indonesia (SPSI). Pertemuan berlangsung di Gedung Black Stone, Jl. Proklamasi No.80 Jakarta hari Jumat (3/9/2021) dengan suasana kekeluargaan.

Hadir dalam rombongan pertemuan tersebut antara lain: Benny Ashar sebagai Ketua Umum SPSI, Wakil Ketua Umum Teguh Wibowo dan Stefanus Gunawan SH., M.Hum (Dewan Pendiri/Penasehat Hukum SPSI dan Ketua LBH SPSI).

Kunjungan silahturahmi SPSI ini sendiri untuk memberikan piagam ucapan terimakasih dan penghargaaan kepada Bambang Soesatyo sebagai tokoh yang mempunyai kepedulian yang tinggi terhadap insan pelaku seni dan budaya Indonesia dan mendukung berdirinya SPSI sebagai wadah untuk mempersatukan seluruh seniman Indonesia.

Benny Ashar selaku Ketua Umum SPSI mengatakan kunjungan tersebut membicarakan perkembangan SPSI hingga saat ini, termasuk sektor ekonomi dan perlindungan hukum bagi para pekerja seniman. Termasuk membahas hak ekonomi dari para pelaku seniman yang mengacu pada Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 56 Tahun 2021 terkait Pengelolaan Royalti Hak Cipta Lagu atau Musik.

"Ini sudah kami bahas dengan beliau, nanti beliau akan menindak lanjuti, tentunya intinya yakni yang berkeadilan,” jelas Benny Ashar.

Lebih lanjut, Benny menjelaskan bahwa, Ketua MPR RI Bambang Soesatyo mendukung kegitan SPSI yang sudah di rencanakan bagi pelaku seni, karena pelaku seni di Indonesia ini bukan elemen musik saja ada elemen seni musik, seni tari, seni lukis, seni patung pahat dan lain yang bersifat seni.

“Pak Bambang sangat mengapresiasi, bahkan ternyata beliau juga seorang seniman,” tuturnya.

Benny Ashar berharap dukungan para pekerja seniman di Indonesia kepada SPSI, termasuk dukungan langsung Ketua MPR RI karena organisasi ini baru lahir.

Sementara itu Wakil Ketua Umum Teguh Wibowo mengakui selama 76 tahun Indonesia merdeka, masih banyak masyarakat pekerja seni yang belum mengerti, apa itu SPSI. Padahal organisasi ini yang mewadai semua lintas elemen. Selama ini mereka selalu berbicara hanya satu elemen saja. Masalah perlindungan hak baik itu ekonomi, dan hukum seolah luput dari perhatian mereka padahal itu sangat vital.

“Jujur saja Indonesia sangat lemah sekali, makanya dengan hadirnya SPSI ini nantinya dapat menjembatani para seniman lintas elemen. Terutama terkait yang lagi krusial sekarang masalah pembagian loyalty dan pendistribusiannya karena kabarnya hampir triyunan rupiah," imbuh Teguh.

Teguh juga menyebut jumlah pemilik hak cipta di seluruh Indonesia saat ini  berkisar 2000 orang.

"Kalau bicara triliunan saja dibagi 2000 orang itu kebagian berapa satu orang. Faktanya, saya malu untuk menyebutnya, sudah ratusan karya saya buat lagu plus musik yang saya terima itu hanya 1,6 juta per tahun," kata dia.

"Mereka punya karya namun yang menikmati tidak jelas, tapi rata-rata berteriaknya membela seniman, membela seniman yang mana, membela yang dibela siapa,” sambungnya.

Teguh berharap Bambang Soesatyo sebagai ketua MPR RI, bisa mendukung SPSI, karena SPSI juga butuh dukungan Pemerintah.

Masih kata Benny, ia mengharapkan dukungan para pelaku seniman agar SPSI semakin maju dan berkembang, tapi yang paling penting itu adalah para seniman agar saling bersatu.

Di tempat yang sama, Dewan Pendiri/Penasehat Hukum SPSI serta Ketua LBH SPSI, Stefanus Gunawan SH., M.Hum mengatakan bahwa, kunjungan silahturahmi SPSI ini untuk menyampaikan aspirasi seniman Indonesia, agar negara lebih memperhatikan hak-hak ekonomi para insan pelaku seni dan budaya. Serta melakukan penegakan hukum secara tegas terhadap pelanggaran-pelanggaaran hak cipta dan royalti yang berkaitan dengan seni budaya.

Stefanus mengapresisasi atas dukungan dari Ketua MPR RI Bambang Soesatyo, ia berharap para pelaku seni bersatu dan mengembangkan karya-karya untuk membawa nama besar Indonesia yang begitu beragam seni budayanya.

Ia juga memandang perlu hadirnya Kementerian baru untuk mengatur secara khusus seni budaya Indonesia. (David)