Logo Minggu, 14 Juli 2024
images

MAJALAHREFORMASI.com - Hari Donor Darah Sedunia (World Blood Donor Day) yang diperingati tanggal 14 Juni 2024 kali ini mengusung tema “Merayakan 20 Tahun Memberi: Terima Kasih, Para Pendonor Darah!” (“20 years of celebrating giving: thank you blood donors!”). Ketua Bidang Unit Donor Darah Palang Merah Indonesia (PMI) Pusat, dr. Linda Lukitari menyambut baik tema tersebut.

Menurutnya, slogan “Merayakan 20 tahun memberi: terima kasih, para pendonor darah!” merupakan kampanye semangat solidaritas, kebersamaan dalam menyebarkan nilai kemanusiaan, penghargaan, empati dan kebaikan bagi pendonor darah sukarela di setiap individu, untuk menjadikan dunia lebih baik dan sehat.

Linda juga menghimbau agar masyarakat tak perlu takut untuk donor darah karena selain dapat menyelamatkan nyawa orang lain, donor darah sendiri memiliki banyak manfaat bagi kesehatan pendonor.

Pertama, mendonorkan darah secara teratur dapat membantu mengurangi kekentalan darah, sehingga mengurangi risiko penyumbatan pembuluh darah dan menurunkan risiko serangan jantung dan stroke.

Kedua, Donor darah membantu menurunkan kadar zat besi yang berlebihan dalam darah, yang dapat menyebabkan kerusakan pada organ vital seperti hati dan jantung.

"Proses mendonorkan darah merangsang tubuh untuk memproduksi sel darah merah baru, sehingga membantu memperbarui sistem darah dan meningkatkan kesehatan secara keseluruhan," ujarnya.

Selanjutnya, sebelum mendonorkan darah, pendonor menjalani pemeriksaan kesehatan yang mencakup pengukuran tekanan darah, kadar hemoglobin, dan penilaian kesehatan umum, yang dapat membantu mendeteksi masalah kesehatan sejak dini.

Beberapa penelitian, lanjut dia, menunjukkan bahwa mendonorkan darah secara teratur dapat membantu mengurangi risiko kanker yang terkait dengan kadar zat besi yang tinggi, seperti kanker hati, usus besar, dan paru-paru.

"Donor darah memberikan perasaan kepuasan dan kesejahteraan psikologis, karena pendonor tahu bahwa mereka telah membantu menyelamatkan nyawa orang lain," ungkap Linda.

Kualitas Darah di PMI Terjamin

Saat disinggung tentang kualitas darah serta keamanan darah yang akan didonorkan, Linda menegaskan masyarakat tidak perlu ragu karena sudah melalui beberapa tahapan yang ketat.

"Sebelum mendonorkan darah, pendonor diperiksa kesehatannya, termasuk pengukuran tekanan darah, kadar hemoglobin, dan penilaian kondisi kesehatan umum," terangnya.

Kemudian, setiap unit darah yang didonorkan diuji untuk penyakit menular seperti HIV, hepatitis B dan C, sifilis, dan penyakit lain yang dapat ditularkan melalui darah.

Untuk penyimpanannya pun, ujar Linda, darah yang didonorkan diproses dan disimpan sesuai dengan standar internasional yang ketat untuk menjaga kualitas dan keamanannya. Proses ini mencakup pemisahan komponen darah (sel darah merah, plasma, dan trombosit) dan penyimpanan dalam kondisi yang tepat.

"Unit Transfusi Darah (UTD) PMI menerapkan sistem pengendalian mutu yang ketat, termasuk audit internal dan eksternal, untuk memastikan semua prosedur diikuti dengan benar dan darah yang didistribusikan aman untuk digunakan," imbuhnya.

Tak berhenti sampai disitu, para Staf UTD PMI telah dilatih secara profesional untuk menangani semua aspek pengumpulan, pengujian, pemrosesan, dan penyimpanan darah sesuai dengan standar tertinggi.

Lebih lanjut, Linda kembali berpesan kepada seluruh masyarakat agar tidak takut dan ragu untuk mendonorkan darahnya. Pasalnya setiap donor darah dapat menyelamatkan hingga tiga nyawa, karena darah yang didonorkan dapat dipisahkan menjadi beberapa komponen yang berbeda untuk berbagai pasien yang membutuhkan.

"Mendonorkan darah juga adalah merupakan bentuk kepedulian sosial yang tinggi dan tindakan kemanusiaan yang nyata," tutup Linda. (David)