Logo Selasa, 16 April 2024
images

Meninjau Pabrik Pupuk PT. LSAJ

MAJALAHFREFORMASI.com - Direktur Pembiayaan Pertanian, Kementerian Pertanian, Indah Megahwati, melakukan kunjungan ke peternakan terintegrasi yang didirikan oleh pengusaha agribisnis nasional, Arie Triyono. Peternakan yang merupakan unit usaha di bawah bendera grup PT. Lembu Setia Abadi Jaya (LSAJ) di Balaraja, Tangerang, Banten.

Tujuan dari kunjungannya ini, menurut Indah untuk mensinergikan visi pemerintah dan pelaku agribisnis di tanah air dalam hal peningkatan ketahanan pangan nasional.

"Saya melihat bahwa perusahaan ini tidak hanya fokus pada produktivitas, tetapi juga kesejahteraan hewan-hewan ternaknya," kata Indah Megahwati.

Salah satu perhatian Indah, pada jam-jam tertentu, petugas peternakan memperdengarkan sholawat di kandang sapi. Hal ini menurutnya merupakan inovasi yang sangat baik.

Indah juga menyatakan bahwa PT. LSAJ layak menjadi contoh dan menjadi ‘bapak angkat’ bagi para peternak lokal di Indonesia.

Ia yakin PT. LSAJ dapat menjadi inspirasi bagi para peternak lokal di seluruh Indonesia. "Saya berharap semakin banyak peternak yang dapat mengadopsi praktek-praktek yang telah berhasil diterapkan di sini," ujar Indah.

Solusi Pembiayaan Efisien bagi Peternak Lokal Melalui KUR

"Mari kita bekerja sama dengan lembaga permodalan. Salah satunya yang akan kita tawarkan adalah Kredit Usaha Rakyat (KUR). KUR yang terintegrasi dengan off taker dan bersinergi dengan mitra peternaknya. Di sini akan terjadi sinergi antara pemerintah, off taker, dan peternak," jelas Indah.

Indah menjelaskan keuntungan bunga rendah yang ditawarkan oleh KUR. Kredit ini memiliki bunga yang cukup rendah.

Dengan adanya dukungan pembiayaan yang efisien dan kemitraan strategis, diharapkan sektor peternakan Indonesia dapat terus berkembang dan memberikan kontribusi yang signifikan bagi perekonomian negara.

Sementara itu, Arie Triyono, pemilik PT. LSAJ, menyambut baik apresiasi Indah. Arie menegaskan pentingnya implementasi KUR dengan manajemen yang baik. "Saya berharap KUR ini tidak asal-asalan. Jadi betul-betul ada perubahan manajemen yang baik,” ujar Arie.

Arie pun menjelaskan sistem kelompok tani ternak tanggung renteng. “Jadi misalnya 25 orang membentuk satu kelompok, ada Ketua, Sekretaris, dan Bendahara. Kemudian ada 2 orang yang nakal, maka 23 orang harus bertanggung jawab terhadap 2 orang yang nakal tadi,” kata Arie.

“Dan harus tercover asuransi juga. Saya selaku off taker-nya aman, bank-nya aman, masyarakatnya juga aman," lanjutnya.

PT. LSAJ ke depan, dalam memperluas operasi dan kontribusinya terhadap masyarakat. "Kami sudah punya RPH di NTB dan kami tahun ini bangun RPH di Balaraja. Disini sudah kami siapkan tambahan lahan 2,5 hektar khusus untuk RPH. Di Kertajati juga sudah kami bangun satu kawasan eduwisata 117 hektar yang akan kita padu dengan peternakan berkelanjutan. Sementara di Balaraja ini kami akan jadikan integrated farming," tutupnya. (*)