Logo Minggu, 25 Oktober 2020
images

JAKARTA, MAJALAHREFORMASI.com - Tuhan tidak menjanjikan bahwa hidup kita di dunia tanpa kesulitan, tetapi Tuhan Yesus menjanjikan bahwa kalau kita hidup di dalam Dia, maka kita kuat menjalani kesulitan apapun. Yang terpenting bagaimana respons kita saat kesesakan itu datang menerpa, demikian kata Pdt David Sitompul di depan ratusan jemaat saat memberikan khotbah di acara kebaktian punguan INA GPKB DISTRIK di GPKB Anthiokia Cipayung TMMI.

Ia mencontohkan seperti yang dialami oleh Hana di dalam bacaan alkitab 1 Samuel 1:9-20, saat itu Hana sedang mengalami kesesakan yang sangat berat. Seorang wanita yang dihina karena tidak mempunyai keturunan, dapat dibayangkan bagaimana perasaannya waktu itu. Tetapi, ia meresponinya dengan benar yaitu mencari wajah Tuhan lewat doa. Melalui ayat ini, kata Pdt David kita diingatakan Tuhan saat mengalami pergumulan jauh lebih baik jika mencurahkan keluh kesah kita dan segala pergumulannya kepada TuhanJangan protes, curhat dengan manusia dan mencari alternatif.

 "Setiap kali penderitaan, kesusahan dan pencobaan yang datang menimpa kehidupan, jangan mengeluh dan protes kepada Tuhan tetapi curahkanlah keluhanmu dan isi hatimu kepada Tuhan lewat doa," ujar dia.

Ia juga menambahkan dengan berseru kepada Nya, berarti membuktikan bahwa kita tetap menaruh hidup ini dalam pengharapan di dalam Dia. Dan cepat atau lambat Tuhan akan memberi jalan keluar atas segala masalah dan bahkan kerinduan umatNya.

Acara ini juga dihadiri oleh Ephorus GPKB Pdt Frans Ongirwalu dan dikemas dengan baik serta dimeriahkan dengan kesaksian pujian koor dari masing-masing Gereja serta diakhiri dengan makan bersama. Adapun gereja GPKB distrik Jakarta meliputi GPKB Walang Tanjung priok, GPKB Pulomas dan GPKB Anthiokia Cipayung TMMI. (David)

Percayalah kepada-Nya setiap waktu, hai umat, curahkanlah isi hatimu di hadapan-Nya; Allah ialah tempat perlindungan kita- Mazmur 62:9