Logo Rabu, 6 Juli 2022
images

Pendeta SAE Nababan (Foto: Ist)

JAKARTA, MAJALAHREFORMASI.com- Pendeta Soritua Albert Ernst (SAE) Nababan, Mantan Ephorus Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) telah meninggal dunia, pada Sabtu (8/5/2021) sekitar pukul 16.18 WIB. Pendeta SAE meninggal dunia di usia ke-88 tahun.

Ucapan belasungkawa berdatangan dari berbagai kalangan, salah satunya Ketua Umum Persatuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) Pdt. Gomar Gultom. Dalam keterangan tertulisnya yang diterima redaksi majalahreformasi.com, Pendeta Gomar mengatakan duka cita yang mendalam atas berpulangnya tokoh Gereja ini.

"Gereja-gereja di Indonesia kehilangan tokoh gereja yang sangat berpengaruh dalam gerakan oikoumene, baik di kancah nasional maupun internasional, dengan berpulangnya Pdt Dr Soritua AE Nababan, LLD, Mantan Ephorus Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) pada Sabtu, pukul 16.18, di RS Medistra, Jakarta, setelah dirawat beberapa hari akibat gangguan pernafasan," ucap Gomar dalam pernyataannya.

Pendeta Gomar menambahkan bahwa Pdt. Nababan adalah seorang pendeta dan tokoh gereja di Indonesia, lahir pada 1933. Menempuh pendidikannya di Sekolah Tinggi Teologi Jakarta dan lulus pada 1956 dengan gelar Sarjana Theologia. Ia mendapat beasiswa dan melanjutkan pendidikannya di Universitas Heidelberg dan lulus dengan gelar Doktor Theologia pada 1963.

Pada 1987-1998 ia menjabat sebagai Ephorus Huria Kristen Batak Protestan (HKBP), sebuah gereja beraliran Lutheran di Indonesia. Sekretaris Umum Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia pada 1967-1984 dan kemudian Ketua Umum MPH PGI pada 1984-1987. Pada Sidang Raya ke-9 Dewan Gereja-gereja se-Dunia di Porto Alegre, Brasil pada tahun 2006, Almarhum terpilih menjadi salah seorang Presiden WCC.

"Peran penting Nababan dalam gerakan oikoumene internasional adalah kegigihannya memperjuangkan keadilan lebih daripada sekedar perdamaian. Selama keadilan ekonomi Utara-Selatan tidak diperbaiki, maka perdamaian dunia tidak akan tercapai. Olehnya, beliau selalu mendesak Dewan Gereja se Dunia untuk mengagendakan bantuan gereja-gereja di Utara kepada gereja-gereja di Selatan. Dan itu bukan sebagai hadiah, tetapi adalah hak dari negara-negara di Selatan, karena telah dihisap selama ini oleh ketimpangan Utara-Selatan," kata Gomar.

Seperti diketahui, Almarhum meninggalkan isteri, Alida Nababan, dan 3 anak serta enam cucu. (DAVID)