Logo Jumat, 30 Juli 2021
images

MAJALAHREFORMASI.com - Dengan kerja keras tanpa mengenal lelah GK-Plug and Play terus melakukan inovasi dan transformasi digital berkelanjutan guna menyikapi perkembangan teknologi di era industri 4.0. Upaya tersebut ditandai dengan peluncuran Batch 9 program akselerasi bagi 12 startup terpilih.

Melanjutkan komitmen untuk membangun ekosistem startup di Indonesia, GK-Plug and Play
dalam Batch 9 program akselerasinya bertujuan melahirkan perusahaan rintisan yang berkualitas dan berdampak positif untuk penyelesaian masalah di Indonesia.

“Kami memasuki program ketiga yang berjalan dalam masa pandemi, dan saat ini bisa kita
saksikan sendiri bahwa startup sedang di masa bersinarnya karena terbukti para startup ini
menyediakan solusi dalam menghadapi pandemi. E-commerce, Edutech itu hanya segelintir contoh solusi yang hadir dan kita sadar dibutuhkan di masa sekarang,” ungkap Wesley Harjono, Managing Partner of GK-Plug and Play.

Meskipun diakui sejak merebaknya pandemi di Indonesia pada 2020 lalu menyebabkan perkembangan startup sempat mengalami hambatan hingga jumlah perusahaan rintisan tersebut berkurang, namun melalui program akselerasi seperti yang disediakan oleh GK-Plug and Play menciptakan angin segar bagi para perusahaan rintisan tersebut untuk berkembang dengan memberikan binaan, pendanaan, dan koneksi untuk mereka.

Pada Batch 9 kali ini, terpilih 12 startup dari berbagai vertikal yakni Enterprise 2.0, Edtech, Sustainability, dan Food & AgTech.

Berikut profil 12 startup binaan program akselerasi dari GK-Plug and Play Batch 9:

1. Cooklab | Indonesia
Penyedia makanan siap saji dan siap masak berbasis teknologi, dengan nutrisi yang
disesuaikan dengan kebutuhan tiap pengguna.

2. Keyta | Indonesia
Keyta adalah alat percakapan yang dirancang dan dibuat khusus sesuai dengan kebutuhan
penjual online. Yakni: berupa keyboard tertanam yang dilengkapi dengan beberapa fitur yang akan meningkatkan dan menyederhanakan transaksi Anda sehari-hari sebagai penjual online.

3. Looyal | Indonesia
Platform integrasi data penjualan harian online dan offline bagi para pelaku UMKM.

4. Nafas | Indonesia
Nafas adalah sebuah startup teknologi lokal yang bergerak di bidang manajemen kualitas
udara.

Misi nya adalah untuk melengkapi jutaan orang yang hidup di kota dengan polusi tinggi dengan data dan pengetahuan serta solusi untuk mengelola keterpaparan mereka terhadap kualitas udara yang berbahaya.

5. Piring Sayur | Indonesia
Piring Sayur merupakan katering plant-based dan bisnis ritel yang berbasis di Jakarta, Indonesia.

6. Rakamin Academy | Indonesia
Platform pendidikan terkurasi yang menghubungkan talents atau perusahaan yang ingin menambah kemampuan mereka dalam digital dan teknologi, langsung dengan para ahli dari perusahaan dan institusi teknologi terkemuka untuk membantu mereka unggul dalam keterampilan mereka.

7. Rempah Tani Indonesia | Indonesia Memberdayakan petani lokal melalui barang konsumsi pertanian

8. Ailesh Power | Indonesia
Ailesh Power menawarkan beragam solusi untuk mengubah sampah menjadi energi dan
berkontribusi pada low-carbon economy.

Dalam mengejar visi dan misi, mereka menggunakan pengembangan untuk menyediakan layanan berbasis teknologi untuk digitalisasi solusi pengelolaan sampah.

9. Moutar Technologies | Indonesia
Moutar Technologies adalah sebuah marketplace ramah lingkungan untuk merek-merek
sustainable dan toko F&B.

10. Powerbrain | Indonesia
Powerbrain adalah perusahaan yang bergerak dibidang smart energy management yang
memiliki misi untuk mengurangi emisi karbon dengan cara mengutilisasi IoT dalam mereduksi penggunaan listrik yang berlebih pada bangunan

11. Siklus | Indonesia
Siklus menciptakan kembali masa depan ritel dengan mengirimkan isi ulang kebutuhan sehari- hari ke tiap rumah tanpa sampah plastik. plastik.

12. Blitz | Indonesia
Blitz adalah perusahaan mikro mobilitas yang menawarkan Kendaraan Listrik untuk sewa
bulanan ke perusahaan Logistik dan Pengiriman melalui model bisnis “mobilitas sebagai
layanan” kami, dengan klien terkemuka seperti DHL, Dominos Pizza, dan Lazada (platform
eCommerce). (David)