Logo Rabu, 6 Juli 2022
images

Ilustrasi (Sumber: Dokumentasi Pertamina)

MAJALAHREFORMASI.com - Pada dasarnya kami mendukung atas aksi tanpa kekerasan yang dilakukan Greenpeace, dengan memblokir kapal Pertamina Prime di perairan Denmark, pada Kamis (31/3/2022) lalu. 

Hal itu dikatakan oleh Ketua Greenpeace Indonesia, Leonardo Simanjuntak kepada wartawan di Jakarta, Selasa (5/3/22) pagi.

Leo sapaan akrabnya mengatakan aksi yang mereka lakukan adalah sebagai wujud protes pada proses pembelian minyak Rusia, sebuah negara agresor yang melanggar seluruh hukum internasional dengan menginvasi negara Ukraina. 

"Membeli minyak Rusia artinya memberi pendapatan kepada mereka untuk membiayai perang yang tidak sah tersebut," jelas Leo.

"Rusia sengaja banting harga kemudian kita membeli dari negara Agresor, itu sama sekali tidak etis," seru dia.

Saat ditanya wartawan respons mereka karena dianggap pro Barat, Leo menjelaskan bahwa Greenpeace Indonesia adalah seratus persen Indonesia. "Kita mengerti kepentingan nasional namun kami juga punya pemikiran sendiri untuk Indonesia yang lebih baik tidak harus sama dengan pemerintah toh," jelasnya.

Indonesia yang lebih baik menurut kami, imbuh dia, yaitu: yang mengatasi krisis iklimnya dengan serius, mengurangi pemakaian energi fosilnya dan melakukan transisi energi secepatnya serta tidak mengambil kesempatan dalam kesempitan seperti yang dilakukan Pertamina ini.

Lebih lanjut, Leo mengungkapkan bahwa Indonesia dapat memainkan peranannya agar perang Rusia dan Ukraina berakhir apalagi saat ini Indonesia sebagai presidensi G20. "Greenpeace Indonesia meminta agar Indonesia lebih pro aktif mengambil upaya perdamaian tidak bisa seperti statement hari ini menyatakan G20 hanya forum Ekonomi," pungkas dia. (David)