Logo Rabu, 1 Desember 2021
images

Foto bersama dengan faceshield dan masker

JAKARTA, MAJALAHREFORMASI.com- Sekolah Theologi Injili Jakarta (STIJA) menggelar kegiatan rapat senat terbuka dalam rangka wisuda mahasiswa perdana di gedung STIJA di bilangan kampung Makassar, Jakarta, Senin (1/12). Pelaksanaan wisuda hanya dihadiri oleh para wisuda sebanyak 33 orang dan Ketua STIJA beserta jajarannya termasuk Dosen sementara orang tua atau pihak keluarga dan para hamba Tuhan di seluruh gereja GKSI menyaksikan melalui daring guna memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

Pada hari yang bahagia ini, Willem Frans Ansanay, SH, MPd selaku ketua STIJA mengucapkan rasa syukur dan bangga kepada semua lulusan terbaiknya atas prestasi serta keberhasilannya dalam menyelesaikan seluruh proses pembelajaran hingga mencapai gelar Sarjana Pendidikan Agama Kristen (S.Pd).

"Kami berharap para alumnusnya mampu bersaing dengan baik di dunia pendidikan, juga setiap alumnus dapat menyiapkan diri dan melihat peluang dimana mereka di tempatkan," harapnya.

Saat ini, STIJA telah terakredasi B untuk program study agama Kristen, dan selalu berbenah dengan sistem tekhnologi informasinya karena teknologi ini berperan dalam mewujudkan komunikasi dan interaksi sosial yang berlangsung tanpa ada batasan ruang untuk memenuhi kepentingan belajar.

Frans juga menambahkan bahwa para alumnus STIJA telah terserap dalam dunia kerja melalui kerja sama dengan seluruh gereja GKSI yang ada. Mereka ditempatkan dalam sinode gereja GKSI sebagai pelayan gereja yang mempunyai tanggungjawab kepada pembelajaran umat baik rohani maupun pendidikan.

Selain itu, ujar dia, STIJA juga telah bekerja sama dengan Universitas Kristen Indonesia (UKI) dan STT Pokok Anggur Jakarta, Badan Musyawarah Pendidikan Tinggi Keagamaan Kristen Indonesia (BMPTKKI) yang dibentuk BIMAS Kristen.

Bukan hanya itu, proses akademisi STIJA telah di evaluasi oleh unit penjamin mutu internal (UPNI) untuk memberikan masukan dan langkah strategis meningkatkan mutu pendidikan salah satunya dengan mematenkan logo STIJA di Kemenhumkam RI. Logo ini sudah merupakan milik STIJA sepenuhnya.

STIJA ini berbeda dengan yang lainnya karena metode pendidikannya adalah berupa tiori hanya 40% sisanya 60% adalah bersifat aplikasi praktek yang berguna untuk kompetensi dan pelayanan umat.

"Tetaplah menjaga nama baik diri dan almamater, membuka mata untuk meluaskan cakrawala sehingga dapat menangkap peluang dengan cermat," terangnya lebih lanjut.

Pendeta Marjiyo MTh, selaku Pembina Yayasan Kasih Setia Indonesia menuturkan dalam sambutan yang diberinya tema 'mutiara hitam yang menjadi berkat'.

Ia menegaskan alasannya memilih tema tersebut, karena proses pelaksanaan acara ini terlaksana adalah kontribusi dan perjuangan dari sosok mutiara hitam yang tidak lain adalah ketua STIJA.

"Siang dan malam memikirkan dengan segala daya, upaya, dana dan doa hingga adek-adek kami calon pemimpin masa depan dapat wisuda dan masuk dalam realitas," ujar Marjio.

"Biasanya mutiara putih yang kerap kita dengar namun berbeda kali ini adalah mutira hitam dari Papua yang menjadi berkat bagi saudara dan saya. selamat sukses dan bahagia dimana anda Tuhan tempatkan," lanjutnya.

Perlu diketahui, Sekolah tinggi ini juga memiliki dua kampus, yakni: kampus A di jalan kerja bakti, kampung Makassar, Jakarta Timur denga luas bangunan 2000 m2. Kampus B di Boston Squre, Cibubur dan memiliki dua asrama putra dan putri di perumahan Puri Ganda Asri Cibubur, Bogor selain itu STIJA memiliki 14 tenaga Dosen yang berkompeten di bidangnya. (DAVID)