Logo Rabu, 1 Desember 2021
images

MAJALAHREFORMASI.com - Laut memanggilku, karya Tumpal Tampubolon, terpilih sebagai Film Pendek Terbaik (Sonje Award) di festival film terbesar di Asia, Busan International Film Festival (BIFF) 2021. Ketiga juri Sonje Award, Bastian Mayraison, Royston Tan, dan Danbi Yoon memutuskan menyerahkan penghargaan itu kepada Tumpal Tampubolon, sang sutradara.

“Kemenangan ini adalah kemenangan bagi perfilman Indonesia. Terima kasih untuk seluruh kerabat kerja yang terlibat, terima kasih sudah mengajarkan saya bahwa dengan
kebersamaan kita bisa meraih hal-hal besar,” ujar sang sutradara Tumpal Tampubolon.

Sementara produser Tanakhir Films yang memproduksi LAUT MEMANGGILKU, Mandy Marahimin, menambahkan bahwa ini berita yang sangat menggembirakan. “Award ini bukan hanya milik saya, bukan hanya milik Tumpal, tapi milik seluruh pemain dan kru yang terlibat. Terima kasih banyak atas kolaborasinya.”

Film ini berkisah tentang Sura, anak nelayan yang hidup sebatang kara dan menemukan sebuah boneka di pantai. Dia mendapati kawan dan pengganti orang tua dari boneka itu. Tapi, kehangatan itu terancam oleh Argo, yang ingin merenggut boneka itu dari tangan Sura.

Film pendek ini menyuguhkan penampilan dua orang anak dari SANGGAR ANAK HARAPAN, Muhammad Umar dan Dikky Takiyudin. Keduanya bukanlah aktor profesional. Syuting dilakukan di sebuah kampung pinggir laut di Tangerang.

Penghargaan Sonje diberikan setiap tahun kepada Film Pendek Korea dan Film Pendek
Asia terbaik di bagian wide angle. LAUT MEMANGGILKU adalah film ketiga dari Indonesia
yang memenangkan penghargaan tersebut.

Film ini juga menjadi nominasi Film Pendek Terbaik di Festival Film Indonesia 2021. Film LAUT MEMANGGILKU juga mendapatkan dukungan pendanaan perjalanan dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi agar sutradara Tumpal Tampubolon dapat berkunjung ke Korea Selatan. (Red)