Logo Sabtu, 18 September 2021
images

MAJALAHREFORMASI.com - Praktisi hukum Erles Rareral, menilai bahwa pasal penodaaan agama sudah tidak relevan lagi berlaku di Indonesia. Ia mengatakan agama atau kepercayaan seseorang itu bersumber dari Tuhan dan pertanggung jawaban nya adalah di akhir hidup nya kelak.

Erles juga berpandangan bahwa pasal itu sarat dengan kepentingan-kepentingan, bahkan agar seimbang ia menyarankan dibuat pasal yang mengatur tentang larangan penghinaan terhadap suku dan ras. "Agar berimbang dan tidak serta merta menghina baik agama, suku dan ras," jelas Erles saat ditemui majalahreformasi.com di kantornya.

Kemudian pria asal kabupaten Ende, Flores ini menegaskan bahwa di negara yang boleh di katakan soko guru atau tempat lahirnya filsafat serta teori trias politika, seperti di Eropa dan Yunani pasal penodaaan agama ini tidak pernah ada.

"Sangat jelas menurut saya pasal ini tidak lagi relevan  berlaku," tandas Erles. (David)