Logo Minggu, 14 Agustus 2022
images

Menteri Kesehatan Dr. dr. Terawan Agus Putranto, Sp. Rad. saat acara Natal PWI (Foto David)

JAKARTA, MAJALAHREFORMASI.com - Letjen TNI (Purn) Dr. dr. Terawan Agus Putranto, Sp. Rad secara resmi menjadi Menteri Kesehatan RI Kabinet Indonesia Maju 2019-2024. Sebelumnya, beliau menjabat sebagai Kepala Rumah Sakit Kepresidenan RSPAD Gatot Soebroto Jakarta sejak tahun 2015.

Dokter yang pernah kontroversi ini menceritakan pandangan hidup dan kesaksiannya sampai dia diangkat menjadi Mentri. Hidup itu harus punya sikap sebagai layaknya seorang hamba, harus tahan diuji, dibully dan selalu bersyukur, demikian Terawan memulai kesaksiannya.

"Hamba itu harus mau merendahkan diri dan tidak punya derajat, itulah yang saya lakukan hingga saat ini. Walaupun saya sering dibully tetapi saya menghadapinya dengan senyuman dan bersyukur untuk hal ini boleh terjadi," ujar Ketua Perhimpunan Dokter Spesialis Radiologi Indonesia.

Jangan mengingini menjadi murid karena akan kerap akan menghadapi ujian, berbeda dengan hamba jika melakukan apa yang diperintahkan tuannya maka akan mendapat reward. Jadi, jangan mengeluh menjadi hamba pasti cepat atau lambat Tuhan akan memberi berkat jika melakukan perintahNya .

Mantan World Chairman of World International Committee of Military Medicine ini mengajak umat Kristen untuk senantiasa melayani tuanNya. Caranya sesuai dengan ayat Matius 25:35-40 'Aku berkata kepadamu, sesungguhnya segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudara-Ku yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku'.Tuhan menginginkan agar supaya umatNya berbelas kasih terhadap orang-orang yang miskin dan kekurangan.

Lebih lanjut ia mengajak setiap umat Kristiani agar berbahagia dan bangga dengan pekerjaannya masing-masing, jangan kwatir dan tetap bersyukur. Semakin sering bersyukur Tuhan akan memberi berkat dan talenta yang lebih lagi. "Dan jangan lupa harus berprilaku sebagai hamba bagi orang yang membutuhkan," harap nya.

Seperti diketahui, nama Terawan pernah mencuat karena kasus cuci otak untuk menyembuhkan pasien stroke ia berujar berdasarkan pengalamannya, pasien bisa sembuh dari stroke selang 4-5 jam pasca-operasi. Metode pengobatan tersebut disebutnya telah diterapkan di Jerman dengan nama paten 'Terawan Theory'. (David)