Logo Kamis, 26 November 2020
images

Dating Palembangan, Ketua Umum DPP Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) Periode 2007-2011

JAKARTA, MAJALAHREFORMASI.com- Tanggal 10 November Indonesia akan kembali memperingati hari pahlawan nasional, kita diingatkan kembali kepada peristiwa pertempuran 10 November 1945 di Surabaya sebagai salah satu momen paling bersejarah dalam merebut kemerdekaan Indonesia.

Tokoh pemuda nasional, Dating Palembangan memaknai pahlawan saat ini atau masa kini lebih memiliki peran yang luas dan melanjutkan perjuangan dengan cara yang berbeda pula.

"Kalau dahulu musuh yang dihadapi adalah penjajah dengan melakukan perlawanan mengangkat senjata. Saat ini semua anak bangsa ini adalah merupakan pahlawan masa depan bangsa dan negara," ujar mantan Ketua Umum DPP Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) Periode 2007-2011 ini dalam wawancaranya, Jumat (6/11) siang.

Hal itu, ujar Dating, selaras dengan tema nasional yang diusung oleh pemerintah untuk tahun ini, yakni: "Pahlawanku Masa Depan."

Melalui tema ini, setiap orang diharapkan ikut berperan dalam membangun masa depan negara.

Menurut sosok mantan Aktifis Mahasiswa Universitas Hasanuddin, Makassar ini, ada banyak peluang yang bisa di-create oleh generasi muda saat ini apalagi di era digital ini dengan munculnya tekhnologi-tekhnologi baru sehingga diharapkan akan banyak bermunculan sosok inspiratif dengan ide, karya, dan kontribusi yang sangat dibutuhkan dan bermanfaat bagi masyarakat sekitarnya. Termasuk munculnya entrepreneur-entrepreneur baru guna membawa Indonesia untuk lebih maju.

"Sekecil apapun perannya, kita adalah pahlawan masa depan Indonesia dan seyogianya berpikir maju ke depan buat kemajuan negara ini," tegas mantan Pengurus DPP Perhimpunan Masyarakat Toraja Indonesia (PMTI) itu.

Tantangan saat ini, ujarnya, adalah bagaimana ekonomi maju dan menciptakan lapangan kerja serta internalisasi pancasila sebagai falsafah dan dasar negara dapat berkesinambungan terus sampai kesemua generasi.

Pun demikian ia tidak menampik masih adanya kasus intoleran terjadi di beberapa daerah, ia berharap itu hanya sebuah kreativitas dari pemuda saja yang perlu diluruskan kembali bukan indikasi mutlak para pelaku itu tidak mencintai negara ini.

"Sebahagian orang melihat dari sudut pandang yang berbeda sehingga perlu dibangun dan dikembalikan kembali letaknya sesuai dengan cita-cita luhur para founding fathers," kata dia.

Namun, ia mengatakan jika sudah jelas indikasinya mengantikan pancasila sebagai falsafah dan dasar negara seharusnya pemerintah dalam hal ini kepolisian dapat berlaku tegas.

"Selamat Hari Pahlawan, sekali lagi jadilah pahlawanku masa depan yang membanggakan negeri," pungkas mantan Majelis Pemuda Indonesia DPP KNPI ini. (DAVID)