Logo Rabu, 6 Juli 2022
images

MAJALAHREFORMASI.com - Nama Nikson Nababan tentulah tidak asing dan diragukan lagi. Ditanganyalah ia telah membawa kabupaten Taput menjadi daerah yang cukup disegani karena mengalami berbagai perubahan dan berhasil.

Nikson memulai karier Bupatinya pada tanggal 13 Juni 2014. Ia menuturkan salah satu tantangan terbesarnya pada awal kepemimpinannya adalah untuk meraih kepercayaan dari masyarakatnya.

"Dahulu jika melakukan kunjungan di suatu daerah, saat saya menjanjikan akan membantu, mereka tidak percaya dan menganggap saya seperti obral janji," ujar Nikson kepada majalahreformasi.com saat ditemui beberapa saat lalu.

Namun lewat kerja keras yang tidak mengenal lelah dan sikapnya yang selalu terbuka dengan siapa saja akhirnya masyarakat Taput justru memilihnya menjadi bupati selama dua periode berturut-turut.

Pada awal kepemimpinannya hingga kini, Nikson mengungkapkan ia menitikberatkan pada pembangunan infrastruktur secara masive terutama untuk daerah yang selama ini masih terisolir.

Bukan tanpa sebab, hal itu mengingat Kabupaten Tapanuli Utara adalah daerah yang mayoritas penduduknya bermatapencaharian sebagai petani. Sehingga perlu pembangunan infrastruktur seperti jalan dan jembatan yang mendukung untuk meningkatkan perekonomian mereka.

Selain itu pihaknya juga menjamin ketersediaan bibit, penyuluh pertanian serta hadirnya pemerintah di tengah-tengah mereka untuk membantu masalah yang ada di lapangan misalnya harga.

Selanjutnya, kata sosok yang baru meraih Asia Government Award 2021 ini, untuk sektor kesehatan, ia juga memastikan penduduknya mendapatkan pelayanan kesehatan yang maksimal dengan ketersediaan Puskesmas 24 jam dan ambulance.

"Setiap Kecamatan sudah mempunyai fasilitas kesehatan seperti puskesmas 24 jam jadi tidak perlu ke Rumah Sakit di Tarutung," kata Nikson.

"Saya juga bersyukur, awalnya hanya ada dua dokter spesialis di Taput tetapi sekarang sudah ada puluhan," lanjut dia.

Pada sektor pendidikan, Nikson mengakui belum dapat memberi anggaran yang lebih kepada sektor ini, karena sektor pertanian yang didalam nya ada infastruktur jalan dan jembatan untuk interkoneksi desa, kecamatan dan daerah pertanian belum selesai sepenuhnya.

"Perlu anda ketahui Taput saat saya menjabat pertama kali ada sekitar 30% daerah yang masih terisolir dan masih jalan setapak, hal itu yang harus dituntaskan karena urat nadi perekonomian adalah infrastruktur termasuk jalan dan jembatan," bebernya.

Di tambahkan Nikson, sebagus apa pun sekolah dan bangunannya tetapi jika akses menuju kesana sulit karena jalan rusak, tidak ada listrik dan guru yang mengajar, menjadi persoalan serius apalagi di hubungkan dengan anggaran yang sangat terbatas.

"Dengan anggaran yang terbatas ini kita harus jeli bahwa ada program yang merupakan skala prioritas, tidak bisa semuanya nanti malah tidak sampai ketujuan," kata dia. 

Ingin Mendirikan PTN

Nikson berharap agar daerah Taput segera mempunyai Perguruan Tinggi Negeri (PTN). "Saat ini, proposal termasuk kajian-kajian dan usulannya sudah di kirim kepada presiden , kita berharap bapak Jokowi menyetujuinya," imbuh dia.

Nikson mengungkapkan banyak manfaatnya jika PTN ini hadir di Taput diantaranya akan terjadi kecepatan perputaran uang sehingga dapat meningkatkan  pertumbuhan ekonomi di daerahnya.

Ia juga yakin PTN ini nantinya dapat berimbas positif kepada semua sektor lainnya seperti, parawisata, serta pada usaha makro dan mikro. "Orang akan berduyun-duyun datang membawa duit, semua akan bergerak dan masyarakat setempat juga akan terkena dampak positif,  dan anak-anak usia produktif tidak lagi keluar Taput," pungkasnya .

Pandangan Warganya Terhadap Sosok Nikson

Anton Purba, salah satu warga Taput yang bermukim di Jakarta membenarkan bahwa telah banyak kemajuan yang dirasa masyarakat Tapanuli utara semenjak Nikson Nababan menjadi kepala daerah.

Anton menyebut saat ini hampir semua jalan di seluruh kecamatan telah di aspal hot mix yang dulunya jalan lapen atau pengerasan, sehingga desa yang terisolir bisa diakses.

Kemajuan dari sektor ekonomi, ia mencontohkan pasar Pagaran dahulu adalah sebuah pasar yang mati suri sudah berbagai upaya dilakukan  oleh pemerintah sebelumnya namun tidak berhasil.

Namun sekarang, kembali hidup dan bergeliat semua itu, kata Anton, berkat kejelian dari bupati Nikson dengan membuka akses yang dulunya sangat jauh harus melalui Siborong-borong tetapi sekarang bisa langsung.

Akibatnya semua produksi pertanian sudah tersedia dan melakukan transaksi jual beli disana, bahkan dari luar kabupaten juga datang untuk transaksi komiditi.

Bapak Nikson, ujar dia, terkenal akan kejujurannya karena beliau tidak pernah meminta imbalan atau uang jabatan. "Adik saya jadi Kabid di Rumah sakit tidak pernah dimintai dan memberi setoran sepeserpun hingga saat ini dan mereka masuk lewat test murni," imbuhnya (David)