Logo Minggu, 14 Juli 2024
images

MAJALAHREFORMASI.com - Mantan Komisioner Komnas HAM Nelson Simanjuntak maju sebagai calon legislatif DPR RI dari Dapil Jateng IV DPR RI yang meliputi Sragen, Karanganyar, dan Wonogiri melalui Partai Solidaritas Indonesia (PSI).

Pria kelahiran Sidikalang 55 tahun silam ini menyampaikan beberapa alasannya ingin maju sebagai caleg DPR RI adalah ingin melahirkan peraturan perundang yang memihak kepada rakyat sesuai dengan Pancasila dan UUD 45.

"Saya berharap produk DPR adalah suatu aturan yang betul-betul untuk kepentingan rakyat, yang bebas dari diskriminasi dan kepentingan politik semata," ungkapnya.

Menurutnya, ada beberapa undang-undang yang perlu menjadi perhatian kedepan, yakni: Belum adanya Undang-undang peradilan HAM, memang ada UU peradilan HAM saat ini, UU no 26/2000, akan tetapi UU itu hanya mengatur pelanggaran HAM berat.

"Sementara UU HAM untuk melindungi kepentingan publik yang terjadi setiap hari belum ada," tutur pria yang pernah meraih Yap Thiam Hien Award ini.

Selain itu, Nelson juga melanjutkan pentingnya revisi pada UU yang berkaitan pada akses keadilan, contohnya UU Kehakiman, UU Kepolisian UU Kejaksaan yang menjamin masyarakat memperoleh keadilan.

Lebih lanjut, imbuh dia, sudah saatnya UU sumber daya alam diterbitkan dengan syarat harus memihak kepada masyarakat adat, lingkungan, dan kepentingan rakyat.

Nelson dikenal sebagai aktivis kawakan dan mulai tahun 1982 telah melakukan pendampingan kepada masyarakat yang terkena pembebasan tanah, karena pada masa itu pembangunan infrastruktur tidak memperhitungkan kerugian dari masyarakat.

Berangkat dari pengalaman nya itu, dia merasa perlu maju sebagai caleg DPR RI untuk menghasilkan kebutuhan riil masyarakat saat ini khususnya menghasilkan produk Undang-undang yang pro rakyat.

Seperti diketahui sebelumnya, pada tahun 1992 karena pengabdiannya terhadap advokasi rakyat, beliau diganjar Yap Thiam Hien Award, sebuah penghargaan prestisius bagi pahlawan kemanusiaan di Indonesia.

Nelson juga tercatat sebagai Komisioner Komnas HAM sepanjang periode 2007-2012 dan sampai sekarang masih aktif berjuang untuk rakyat. (David)