Logo Minggu, 25 Oktober 2020
images

Ps. Alfredo Sihombing

JAKARTA, MAJALAHREFORMASI.com- Pandemi covid-19 ternyata bukan hanya berdampak terhadap penyakit saja tetapi membuat sektor lainnya ikut meradang khususnya ekonomi.

Hal ini terefleksikan dengan pertumbuhan ekonomi yang menyusut di berbagai negara termasuk Indonesia.

Menanggapi hal itu salah seorang seorang hamba Tuhan yang mempunyai karunia pelepasan, Alfredo Sihombing menyampaikan saran dan nasehat terkait hal itu.

Kondisi ini, tak ayal lagi menurutnya menimbulkan kegelisahan, ketakutan dan tidak sedikit akhirnya orang berpikiran pendek dan mau menerima segala tawaran-tawaran.

Sebut saja seperti pinjaman online dengan bunga yang cukup tinggi yang akhirnya tidak mampu dibayar dan menimbulkan masalah baru lagi.

Bahkan ada juga meminta bantuan paranormal atau kuasa kegelapan agar tidak di PHK dari pekerjaaanya dan pelaris agar dagangannya tetap laku.

Hal ini sesuatu yang sangat menyedihkan dalam imam Kristen.

Ps Alfredo membeberkan sebetulnya keinginan seseorang mau datang ke paranormal karena ada masalah dengan jiwanya yang sudah mulai terganggu, mungkin karena keadaaan hidupnya, situasi sekitarnya dan kebutuhan ekonominya.

Tuhan berfirman dalam Kejadian 4: 6 peristiwa saat Kain yang marah kepada Habel, saudaranya.

"Artinya ketika orang mengalami kemarahan, kegelisahan atau kebencian, dosa sebenarnya sudah mengintip di depan pintu," kata hamba Tuhan yang pernah menggembalakan jemaat di GBI Glow Gading Marina, Kelapa Gading dan saat ini membantu penggembalaan di GBI Glow Season City saat di wawancarai di salah satu Resto di bilangan Melawai Jakarta, (16/10) Kamis.

Menurutnya, dalam situasi sekarang ini dibutuhkan kedewasaan iman agar siap dalam kondisi apapun. Orang yang tidak memiliki kesiapan, sangat berpotensi untuk mencari jalan pintas.

Saat ditanyakan dampak yang ditimbulkan jika seseorang mengambil jalan pintas pergi ke dukun, Ps Alfredo menuturkan sesuai dengan ayat Galatia 5:20-21, dikatakan bahwa ia tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah.

Kerajaan Allah yang dimaksudkan ini adalah tentang kebenaran, damai sejahtera, dan sukacita dalam Roh Kudus (Roma 14:17).

"Itulah sebabnya orang yang mengalami demikian walaupun sudah disampaikan firman Tuhan tetap akan menolak dengan berbagai alasan," tegasnya.

Pelepasan Personil Ex Ada Band

Seseorang yang terlibat dalam dunia okultisme juga tidak akan menemukan damai sejahtera dan sukacita dalam hidupnya.

Bahkan dari pengalaman konseling  yang dilayani pelepasan oleh hamba Tuhan jebolan S-1 STT Jaffray dan S-2 STT GGI ini kehidupan rumah tangganya umumnya diwarnai kegagalan dan cenderung mengalami masalah, misalnya: kerap terjadi KDRT, perceraian dan perselingkuhan.

Bukan hanya itu saja, lanjutnya, hidupnya akan dikuasai oleh kutuk yang turun ke anak cucunya seperti yang tertulis dalam Imamat 26.

Selanjutnya bagaimana membedakan antara kutuk dan ujian dari Tuhan, menurutnya, jika ujian atau pencobaan yang di-izinkan oleh Tuhan seperti tertulis di ayat  Yakobus, umumnya hanya satu masalah yang harus selesai misalnya masalah finansial atau keuangan, Tuhan akan melatihnya disitu.

Tetapi berbeda dengan kutuk, problem, tantangan  sangat beruntun dan kompleks misalnya saja masalah keuangan yang belum selesai lalu anak sakit, kendaraannya di tabrak, tiba-tiba di PHK jadi seolah-olah kehidupannya penuh dengan masalah, kegagalan, konflik dan sangat melelahkan.

Kesusahan Sehari

Kepada majalahreformasi.com hamba Tuhan ini mengajak umat Tuhan jika menghadapi pergumulan, tantangan hidup tidak perlu takut berlebihan.

Firman Tuhan dalam 2 Timotius 1, 7 dikatakan bahwa Tuhan tidak pernah memberi roh ketakutan, bahkan dalam Matius 6: 34 dikatakan kesusahan sehari cukuplah untuk hari ini, artinya ayat ini adalah penegasan dari Tuhan agar anak-anakNya tidak perlu takut.

"Energi yang disiapkan oleh Tuhan kepada setiap orang hanya untuk hari ini saja. Jangan sampai kekuatan kita habis karena kwatir tentang hari esok," tandasnya.

Ia juga mengarisbawai agar tidak membuka hati dengan menyimpan sesuatu yang tidak berguna seperti masa lalu yang menyakitkan, kegagalan karena berdasarkan pengalamannya dalam pelepasan masalah kepahitan hidup  sangat sering terjadi.

Oleh sebab itu, katanya sambil tersenyum, berpikirlah yang baik-baik saja, yang indah dan positif sesuai dengan firman Tuhan di Filipi 4: 8 karena itu akan menjadi energi yang baik dan perintah dari Tuhan.

"Sekali lagi jangan  takut," pungkasnya. (David)